BAGANSIAPIAPI -- Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir (Pemkab Rohil) beberapa waktu lalu telah menyampaikan Rencana Anggaran dan Pendapatan Daerah (RAPBD) Rohil 2016. Di RAPBD Rohil 2016 itu, Pemkab Rohil memprediksi penerimaan
daerah Rohil 2016 sebanyak Rp2,184 triliun.

Dari penjelasan Bupati H Suyatno, saat menyampaikan nota keuangan RAPBD Rohil 2016, sumber pendapatan daerah Rohil itu masih sangat tergantung dengan penerimaan dana bagi hasil (DBH) minyak bumi dan gas (migas). Ketergantungan yang besar terhadap penerimaan dari migas, katanya, harus terus di kurangi.

"Rohil masih sangat tergantung dengan pendapatan disektor migas. Jika tidak dikurangi, maka akan menyebabkan ketergantungan terhadap migas. Sementara penerimaan daerah dari sektor migas terus menurun disebabkan kecendrungan menurunya produksi dan harga jual minyak dan gas." kata Bupati H Suyatno.

Ketergantungan kepada sektor migas ini, jelasnya, diharapkan tidak menjadikan Rohil terlena. Suyatno lantas mengatakan harus ada penguranggan ketergantungan migas yang harus dilakukan dengan segera, guna  melakukan langkah antisipasi mencari sumber daya lain yang maksimal, yang dapat dikelola dengan mengunakan sumber daya manusia (SDM) lokal.

"Harus dicari peluang lain dibidang pendapatan daerah. harus kita upayakan. Ini merupakan  tantangan. Meski pun ada hambatan, harus tetap direalisasikan guna mewujudkan pertumbuhan daerah yang produktif," jelasnya.

Sektor yang memiliki peluang dan menjanjikan buat menambah, serta mengurangi ketergantungan terhadap migas, tuturnya, adalah dengan meningkatkan, mengembangkan dan  memanfaatkan hasil sumber daya alam non migas. "Seperti pertanian, perkebunan, peternakan, dan perikanan, serta lainnya," pungkas Suyatno.**(Us)