DPRD Riau Himbau 2 BUMD Kolaps Lunasi Hutang
Senin, 28 Desember 2015 - 00:00:00 WIB
PEKANBARU -- Dinilai tak berkontribusi terhadap daerah, dua perusahaan besar kebanggan Provinsi Riau, PT Riau Airline (PT RAL) dan PT Riau Petrilium (RP) direkomendasi untuk ditutup. Namun demikian, berbagai hal yang menjadi tanggung jawabnya menyelesaikan sesuatu yang masih tertunggak, diminta agar segera melunasi dalam bentuk komitmen yang dibuat secara jelas.
"PT RAL itu ada hutangnya sama Bank Muamalat sekitar Rp90 Miliar. Sedangkan untuk PT RP, perusahaan tersebut sudah menggunakan APBD Riau sebanyak Rp7,5 Miliar," ujar Siswaja Mulyadi, anggota komisi C DPRD Riau kepada media ini, Senin 24 Desember 2015.
Diakuinya, mengenai adanya hutang PT RAL yang diketahui telah melakukan peminjaman terhadap Bank Muamalat sebesar Rp90 Miliar, pihaknya belum mengetahui secara pasti perkembangan terkait proses yang dilakukan. Sebab, PT RAL yang sedianya dijamin oleh PT Riau Investmen Corporation (RIC) ini untuk melunasi hutangnya, dinilai masih belum seperti apa kesepakatan perjanjian jaminan yang diberikan.
Menurutnya, MoU antara dua pihak (PT RAL dan PT RIC, red) dalam membangun komitmen tersebut, setidaknya melibatkan badan yang terintegrasi terhadap Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Pasalnya, beberapa hal yang berkenaan dengan regulasi pemberian jaminan, sebaiknya punya tanggungjawab jelas, sehingga dapat mencegah timbulnya kondisi carut marut yang terjadi sekarang, yang seakan seperti meninggalkan benang kusut.
"Inilah yang saya khawatirkan. PT RIC ini, saya lihat tak punya kemampuan lagi melunasi hutang dari PT RAL. padahal dulunya dia yang berani menjamin ke Bank Muamalat. Nah sekarang udah timbul kan persoalan baru" katanya.
Selain itu, mengenai status BUMD lainnya yang dinilai mengalami kolaps (jatuh), PT Riau Petrilium (RP), Siswaja menjelaskan bahwa hingga saat ini pihaknya belum pernah sedikit pun menerima keterangan dari pihak yang bersangkutan.
Dengan kata lain, komisi C DPRD Riau tidak mengetahui pasti dimana letak kelemahan manajemen PT RP ini dalam menggenjot pencapaiannya meraup keuntungan.
"Dulu pernah komisi C mengundang beberapa kali PT RP untuk hearing. Tapi tak direspon dan tak pernah datang," sebutnya.
Disinggung lagi apakah Komisi C ada rencana mengundang kembali dua BUMD ini dalam waktu dekat, politisi yang akrab disapa Aseng ini pun tak bisa memberi jawaban pasti terkait jadwal yang direncanakan.
"Untuk PT RP, kita memang ada rencana hearing lagi dalam waktu dekat. Tapi saya tak tahu pasti jadwalnya kapan. Namun yang terpenting, PT RP tak mangkir lagi saat diundang, karena kita sangat membutuhkan klarifikasinya," pinta politisi Gerindra ini.**(wan)
Bagaimana Pendapat Anda?
Bagikan Ke Yang Lainnya
Berita Lainnya
-
Rabu, 16 September 2015 - 00:00:00 WIB
Sebelum Idhul Adha
Pemko Pekanbaru Tetapkan HET Gas 3 kg yang Baru
Gaungriau.com -- Sebelum lebaran Idhul Adha 1436 H mendatang, Harga Eceran Tertinggi (HET) terbaru gas elpiji ukuran 3 kilogram untuk Kota Pekanbaru sudah ditetapkan walikota Pekanbaru. Kabid Perdagangan Disprindag Kota Pekanbaru, Mas Irba Sulaiman mengatakan bahwa saat ini Disprindag Kota Pekanbaru sudah memperoleh penjelasan dari gubernur terkait…
-
Rabu, 16 September 2015 - 00:00:00 WIB
BUMdes di Rohul Siap Jual TBS Masyarakat ke PKS
Gaungriau.com -- Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan Usaha Ekonomi Desa Simpan Pinjam (UED-SP) di Rokan Hulu (Rohul) menyatakan kesiapannya ditunjuk untuk menyalurkan penjualan tandan buah segar (TBS) kelapa sawit petani langsung ke Pabrik Kelapa Sawit (PKS) se Rohul. Ditunjuknya lembaga mikro ekonomi yang berada di…
-
Rabu, 16 September 2015 - 00:00:00 WIB
Dampingi Kepala BKPM Pusat
Firdaus Promosikan Investasi Pekanbaru di Beijing
Gaungriau.com -- Kota Pekanbaru bukan saja dikenal sebagai kota tujuan investasi terbaik seluruh Indonesia, namun juga menjadi daya tarik bagi pelaku usaha dari negara Tiongkok, Cina. Kabag Humas, Setda Pekanbaru, Alek Kurniawan, melalui pesan singkatnya, Rabu16 September 2015 mengatakan, bahwa Walikota undang untuk mendapingi Kepala BKPM pusat…
-
Rabu, 16 September 2015 - 00:00:00 WIB
Wilayah Penambangan Pasir Rupat Mulai Ada Titik Terang
Gaungriau.com -- Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Daerah, Kabupaten Bengkalis Syahrial ST, menyampaikan bahwa untuk Wilayah Penambangan Rakyat (WPR) pulau Rupat yang terus menjadi polemik sudah ada titik terangnya. Hal itu, dikatakan Syahrial, saat lintas koalisi DPRD Bengkalis melakukan rapat membahas soal Penambangan Rakyat dengan…
-
Selasa, 15 September 2015 - 00:00:00 WIB
Pengesahan APBD-P 2015 Pekanbaru Ditargetkan 25 September
Gaungriau.com -- 17 Ranperda yang merupakan Prolegda Pemerintah kota (Pemko) untuk dibahas di DPRD Pekanbaru, sudah resmi ditetapkan sejak beberapa bulan lalu. Namun hingga pekan ketiga September ini, dari 17 Prolegda tersebut, belum ada satu pun yang disahkan. Termasuk Ranperda APBD-P 2015. Ranperda APBD-P 2015 ini,…
-
Selasa, 15 September 2015 - 00:00:00 WIB
Kabut Asap
Jual Beli Masyarakat Turun 40 Persen
Gaungriau.com -- Akibat bencana kabut asap yang sudah hampir satu bulan ini melanda Kota Pekanbaru dan mengakibatkan penurunan jual beli masyarat dipasar-pasar tradisional. Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Pekanbaru, Mas Irba Sulaiman mengatakan bahwa kabut asap yang terjadi beberapa minggu belakangan ini mengakibatkan…
-
Selasa, 15 September 2015 - 00:00:00 WIB
Bencana Asap
Nelayan Bengkalis tak Melaut
Gaungriau.com -- Dampak kabut asap semakin tebal yang melanda Kabupaten Bengkalis beberapa akhir pekan ini, khususnya di perairan selat Bengkalis membuat para nelayan pendapatan ikan mengalami kerugian besar. Salah seorang Nelayan Bengkalis, Zainal (40) warga Pambang Pesisir Kecamatan Bantan, kabupaten Bengkalis. Ia mengatakan, kerugian besar nelayan…





