RANSANG -- Pengorbanan biaya,tenaga dan  waktu serta keselamatn jiwa tampaknya tidak sebanding dengan itu semua, Nelayan asal Rangsang yang berani melaut hanya mampu membawa hasil tangkapan tak kurang dari 5 kilogram/ hari.

Meski pahit kenyataan harus di telan, itulah yang tergambar kondisi nelayan saat ini, kebutuhan hidup dan nilai harga kebutuhan pokok yang melejit bak ujian berat bagi keluarga nelayan yang harus terus bertahan. Kendati demikian demi memperjuangkan tanggung jawab mereka pun tak mengelus dada.

Atan nelayan desa Rangsang salah satu nelayan tangguh di kenal oleh masyarakat desa setempat, meski terpaan angin kencang dan gelombang tinggi tidak dihiraukannya, ia terus membelah laut untuk mencari pundi pundi uang.

"Mau tak mau kita harus bekerja mencari uang untuk kebutuhan sehari hari apalagi kebutuhan pendidikan anak kami yang setiap hari harus di cukupkan, saya tidak peduli akan bahaya di depan mata, berbekal nawaitu saya alhamdulillah saya selamat kembali pulang untuk berkumpul dengan keluarga” katanya, Senin 21 Desember 2015.

Diakuinya, pendapatan melaut saat ini tidak seperti dikala musim lalu, ia hanya mampu meraup keuntungan tipis. “ paling kuat 5 Kilogram sehari, rezeki patut di syukuri” ungkapnya berparas wajah optimis.

Nelayan pada umumnya sebutnya sudah banyak yang tidak melaut alias gantung jaring, ia merasakan di laut kesepian namun sudah tantangan iapun tak patah arang, secercah impian untuk mendapatkan tangkapan yang banyak masih melekat di harapannya.**(don)