RENGAT -– Kepala Kantor Penanggulangan Bencana Daerah (PBD) Pemerintah Kabupaten Inhu yang juga sekretaris Karhutla PB Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Arifwan mengatakan, untuk saat ini kabut asap yang menyelimuti Kabupaten Inhu sudah mulai menipis.

Menipisnya kabut asap di daerah Kabupaten Inhu empat hari terakhir ini masyarakat Inhu sudah lega, jika dibandingkan lima hari yang lalu kabut asap sangat pekat hingga setiap melaksanakan aktivitas masyarakat  menggunakan masker dan anak sekolah diliburkan.

"Kabut asap yang sudah menipis namun masih terasa bau asap dan matahari belum seberapa jelas nampak disiang hari tapi udara panas, namun telah melegakan masyarakat jika dibandingkan lima hari yang silam sudah meresahkan masyarakat Inhu," kata Arifwan, ketika dihubungi melalui telpon selulernya, Minggu 11 Oktober 2015,.

Dia menyebut, kabut asap yang sangat pekat tersebut jarak pandang hingga 50 meter sehingga sangat mengganggu aktivitas dan kesehatan masyarakat kabupaten Inhu sebab kejadian kabut asap yang pekat itu mengalami kondisi kepala pusing, dan sakit mata.

Ia menambahkan, adapun masih ada kabut asap yang memutih di daerah Kabupaten Inhu, tidak berasal dari Inhu namun kiriman dari luar daerah seperti dari perbatasan Inhu-Inhil dan keriman dari Jambi dan Sumsel.

Walaupun kabut aspa terus menipis tim Karhutla pemerintah Kabupaten menurutnya tetap proaktif melakukan monitoring kelapangan, jika ada sedikitpun titik apa yang menyebabkan kabut asap langsung dimatikan, karena tidak mau lagi terulang kembali kasus kabut asap yang status darurat.

"Jadi tim Karhutla PB Kabupaten Inhu terus turun kelapangan dititik rawan seperti di areal lahan kabut dan lahan hutan, dimana saat ini kabut asap belum normal, kondisi kabut asap terkadang menipis dan tebal," pungkasnya.

Untuk itu, dihimbau kepada masyarakat dalam membuka lahan untuk pertanian agar jangan melakukan pembakaran yang menyebabkan kabut asap yang merugikan masyarakat banyak.**(rin)