• Plt Gubri Menyampaikan sambutan saat memipin Rakor Penanganan Asap Akibat Karhutla di Balai Serindit Gedung Daerah. (Foto: Humasprov)

Gaungriau.com -- Bertempat Balai Serindit digedung daerah Riau, Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau H Arsyadjualinadi Rachman pimpin Rapat koordinasi penanganan asap akibat kebakaran lahan dan hutan di Provinsi Riau tahun 2015.

Dalam arahannya saat memimpin rapat, Andi Rachman -panggilan akrab Plt gubri-
berharap agar disetiap desa pembinaan dan pelatihan dalam mengatasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) kepada masyarakat harus terus ditingkatkan. "Hal ini karena sering terjadinya dijumpai Karhutla, apalagi ketika musim kemarau seperti saat ini," kata Andi Rachman, Jum'at 18 September 2015.

Plt Gubri menyebut, masyarakat desa merupakan orang pertama yang akan mengetahui jika didaerahnya terjadi Karhutla, karena itu, sebelum petugas dari BNPB atau lainnya, masyarakat setempat harus juga cakap dalam melakukan pemadaman, hingga api tidak menjadi besar.

"Kalau dipadamkan waktu masih kecil, itukan lebih mudah, karenanya masyarakat kita harapkan dukungannya. Namun demikian, pihak terkait kita harapkan terlebih dahulu bisa melakukan pembinan dan pelatihan kepada mereka," pungkasnya.

Dalam kesempatan itu, Plt Gubri juga memaparkan kondisi titik api (hot spot) yang terjadi di Provinsi Riau yang dalam waktu belakangan ini telah menunjukkan penurunan, hanya saja asap yang masih tebal menyelimuti wilayah Riau, sebagian besar merupakan asap kiriman dari Jambi dan Sumatera Selatan (Sumsel).

Karena itu, Plt Gubri juga mengharap Kabupaten/Kota agar bisa mengambil langkah-langkah konkrit didaerah masing-masing terutama dalam memberikan pemahaman yang baik kepada masyarakat agar jangan membakar lahan, membakar sampah, terlebih dalam kondisi seperti saat ini.

"Karena aingin dari dua daerah yang jumlah titik apinya cukup banyak saat ini yakni di Jambi dan Sumsel, mengarah ke kita, makanya kita masih saja diselimuti asap yang sangat tebal. Data terakhir Hot Spot di Riau itu berjumlah 5 titik, yakni di Pelalawan 3, Inhil 1 dan Inhu 1," jelasnya.

Rapat koordinasi ini di hadiri Danlanud Roesmin Nurjadin, Danrem 031/Wirabima, Kejaksaan tinggi Riau, Ketua DPRD Riau dan beberapa Walikota dan Bupati se Riau.**(mad)