• Abdul Kosim

BAGANSIAPIAPI -- Daya serap anggaran pemkab saat ini menimbulkan keprihatinan bagi kalangan dewan. Tak terkecuali hal ini dinilai wakil ketua DPRD Rokan Hilir (Rohil) Abdul Kosim SE. Menurut politisi dari partai Gerindra ini berdasarkan informasi yang diperoleh DPRD dari beberapa kali hearing dengan pemerintah beberapa waktu lalu, saat itu serapan anggaran masih dibawah 30 persen.

"Kalau sampai saat ini data pastinya kami belum peroleh, tapi diprediksi masih jauh dari yang diharapkan," ujar Akos, panggilan akrab pria berkacamata ini, Ahad 15 Nopember 2015 di Bagansiapiapi.

Bahkan diperkirakan dengan segera berakhirnya tahun anggaran 2015 ini realisasi anggaran mungkin saja dibawah 50 persen. Kondisi itu terangnya merupakan hal yang memprihatinkan karena mengindikasikan SKPD dan dinas yang ada di lingkungan pemkab Rohil tidak bekerja dengan maksimal sesuai dengan tugas pokok dan fungsi serta kewajibannya.

"Kami selaku DPRD menegaskan kepada Pemda untuk segera jalankan APBD, apalagi waktu sekarang sudah semakin mendesak, begitu juga untuk kegiatan dalam APBD Perubahan itu harus segera dilaksanakan," katanya.

Jika penyerapan APBD masih rendah dikhawatirkan bukan hanya berimbas pada rendahnya pembangunan yang bisa dirasakan manfaatnya dengan segera oleh masyarakat, bahkan tak tertutup kemungkinan sejumlah alokasi anggaran dari APBN dikurangi oleh pemerintah. Pengurangan anggaran bisa terjadi jika terbukti daya serap anggaran dari pemerintah memang sangat rendah dan tidak menunjukkan kinerja yang baik.

"Penghuju tahun sudah di depan mata, ini semua harus diantisipasi jangan berlengah-lengah lagi. Jangan sampai seperti sebelumnya, dimana sudah mau habis tahun terjadi antrian panjang untuk penyelesaian administrasi dan keuangannya, dari sekarang hal ini harus diperhatikan," kata Akos.**(Adv/Us)