Kerusakan Kebun Kelapa Luas, Ranperda Resi Gudang Dinilai Belum Tepat
Jumat, 27 November 2015 - 00:00:00 WIB
TEMBILAHAN - Permasalahan yang menimpa sektor perkebunan di Inhil terutama kelapa sangat komplek. Untuk mengurai itu semua, kita harus mengkajinya secara utuh dan Sistematis.
Saat ini ada dua persoalan yang harus diselesaikan. Pertama persolan hulu yang menyangkut tingkat produktivitas buah. Belakangan produksi kelapa Inhil turun sampai 50 persen bila di bandingkan dengan 20-30 tahun yang lalu.
Menurut Dedek Pratama, Aktivis Gerakan Mahasiswa Nasional Indonedia (GMNI) Inhil kepada media ini mengungkapkan, paling tidak ada empat penyebab utama, salah satunya dikarenakan intrusi air laut. Dimana hampir di seluruh kecamatan wilayah pesisir, tingkat kerusakan lahan perkebunan kelapa berkisar di angka 20-40 persen. Untuk menyelamatkan itu dibutuhkan pengembangan dan normalisasi tanggul yang sangat panjang.
Persoalan kedua serangan hama. Semenjak banyak perusahaan sawit dan kayu beroperasi di Inhil, serangan hama seakan jadi momok kedua penyebab kerusakan lahan perkebunan.
"Hal itu dikarenakan habitat mereka habis dikarenakan penebangan hutan. Sehingga konflik antara masyarakat dan perusahaan sering terjadi karena persoalan ini," katanya.
Ia menambahkan, persoalan lainnya adalah lahan kritis. Hal itu disebabkan usia perkebunan yang sudah tua. Tampa peremajaan, jangan mimpi Inhil mampu meningkatkan produktivitas kelapa.
Bagaimana Pendapat Anda?
Bagikan Ke Yang Lainnya
Berita Lainnya
-
Rabu, 16 September 2015 - 00:00:00 WIB
Dampingi Kepala BKPM Pusat
Firdaus Promosikan Investasi Pekanbaru di Beijing
Gaungriau.com -- Kota Pekanbaru bukan saja dikenal sebagai kota tujuan investasi terbaik seluruh Indonesia, namun juga menjadi daya tarik bagi pelaku usaha dari negara Tiongkok, Cina. Kabag Humas, Setda Pekanbaru, Alek Kurniawan, melalui pesan singkatnya, Rabu16 September 2015 mengatakan, bahwa Walikota undang untuk mendapingi Kepala BKPM pusat…
-
Rabu, 16 September 2015 - 00:00:00 WIB
Wilayah Penambangan Pasir Rupat Mulai Ada Titik Terang
Gaungriau.com -- Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Daerah, Kabupaten Bengkalis Syahrial ST, menyampaikan bahwa untuk Wilayah Penambangan Rakyat (WPR) pulau Rupat yang terus menjadi polemik sudah ada titik terangnya. Hal itu, dikatakan Syahrial, saat lintas koalisi DPRD Bengkalis melakukan rapat membahas soal Penambangan Rakyat dengan…
-
Selasa, 15 September 2015 - 00:00:00 WIB
Pengesahan APBD-P 2015 Pekanbaru Ditargetkan 25 September
Gaungriau.com -- 17 Ranperda yang merupakan Prolegda Pemerintah kota (Pemko) untuk dibahas di DPRD Pekanbaru, sudah resmi ditetapkan sejak beberapa bulan lalu. Namun hingga pekan ketiga September ini, dari 17 Prolegda tersebut, belum ada satu pun yang disahkan. Termasuk Ranperda APBD-P 2015. Ranperda APBD-P 2015 ini,…
-
Selasa, 15 September 2015 - 00:00:00 WIB
Kabut Asap
Jual Beli Masyarakat Turun 40 Persen
Gaungriau.com -- Akibat bencana kabut asap yang sudah hampir satu bulan ini melanda Kota Pekanbaru dan mengakibatkan penurunan jual beli masyarat dipasar-pasar tradisional. Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Pekanbaru, Mas Irba Sulaiman mengatakan bahwa kabut asap yang terjadi beberapa minggu belakangan ini mengakibatkan…
-
Selasa, 15 September 2015 - 00:00:00 WIB
Bencana Asap
Nelayan Bengkalis tak Melaut
Gaungriau.com -- Dampak kabut asap semakin tebal yang melanda Kabupaten Bengkalis beberapa akhir pekan ini, khususnya di perairan selat Bengkalis membuat para nelayan pendapatan ikan mengalami kerugian besar. Salah seorang Nelayan Bengkalis, Zainal (40) warga Pambang Pesisir Kecamatan Bantan, kabupaten Bengkalis. Ia mengatakan, kerugian besar nelayan…



