PEKANBARU -- Memasuki musim penghujan, Dinas Pekerjaan Umum Kota Pekanbaru mengeluh dengan tingkah laku para Camat dan Lurah yang suka main lapor saja tanpa memilah antara masalah besar atau kecil.

"Musim penghujan seperti ini, kami banyak menerima laporan. Padahal laporan yang kami terima itu hanya penyumbayan parit didepan atau belakang rumah warga akibat kejorokan warga yang membuang sampah sembarangan. Seharus para Camat dan Lurah dapat memilah mana masalah besar dan kecil bukan main lapor begitu saja," ungkap Kepala Dinas PU Pekanbaru, Zulkifli Harun dengan nada jengkel, Senin 16 Nopember 2015, pada Rakoor Camat dan Lurah di Pekanbaru.

Zulkifli menambahkan, meskipun PU membuka layanan pengerukan drainase yang tersumbat, bukan berarti semua parit yang tersumbat harus dikerjakan mereka hingga ke gang-gang rumah warga. Pasalnya masalah seperti itu masih bisa diselesaikan sendiri dengan bimbingan Camat dan Lurahnya untuk melakukan gotong royong.

"Saya lihat rata-rata proposal yang melapor ke PU karena penyumbatan parit di depan rumah warga. Itu artinya bukan karena saluran yang salah tetapi perilaku warga yang jorok dan tidak mau membersihkan lingkungannya. Masak, kami juga harus melayani yang seperti itu, sudah terlalu manja," bebernya lebih jauh.

Harusnya sebut Zulkifli, PU hanya akan turun melakukan pembersihan dan pengerukan bagi drenase yang berada di pusat kota, jalan-jalan besar yang memang tidak dihuni hanya ada kawasan perkantoran, termasuk anak sungai.

"Bukan parit didepan rumah warga. Apalagi kalau tidak masuk mobil pengeruk, bagaimana akan melakukannya," tegasnya lagi.

Karena itu Zulkifli disini meminta agar  Camat dan Lurah yang jangan main lapor tanpa memilah terlebih terdahulu.  Mana yang bisa diselesaikan bersama warga dengan gotong royong.

"Saya sudah sampaikan ke pegawai, agar proposal yang masuk untuk dijawab dengan meminta pengertian Camat dan Lurah agar mengerahkan warganya membersihkan sendiri selokan lingkungannya bukan berharap sama petugas," tutupnya.**(saf)