• Kepala Bidang PAUD dan Dikdas Disdikbud Riau H Aswandi ST MM memberi sambutan sekaligus membuka kegiatan.

PEKANBARU -- Sebagai leading sektornya didaerah, Tim Pengembangan Kurikulum (TPK) dituntut untuk bisa mengembangkan berbagai inovasi-inovasi, karena dalam Kurikulum 2013, yang dituntut banyak adalah kreativitas dan inovasi para guru.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Riau Dr H Kamsol diwakili oleh Kepala Bidang PAUD dan Dikdas Disdikbud Riau H Aswandi ST MM saat membuka kegiatan Bimbingan TeknisTim Pengembangan Kurikulum Pendidikan Dasar (dikdas) tahun 2015, Senin 2 Nopember 2015 sore, disalah satu Hotel di Pekanbaru.

Aswandi  menyebut, pemerintah akan menerapkan Kurikulum 2013 ini secara bertahap disekolah-sekolah, setelah tahun ini diterapkan pada 10 persen di sekolah se Indonesia, untuk tahun depan akan diterapkan lagi di 30 persen sekolah. 

"Secara bertahap, dan akan dilakukan berbagai perbaikan dan penyempurnaan selama penerapannya," jelasnya.

Karena itu, Dia berharap TPK Riau agar dapt terus melakukan sosialisasi terkait pelaksanaan Kurikulum 2013 ini di daerah masing-masing, dan juga diminta selalu kreatif dalam melahirkan berbagai karya inovatif dalam pembelajaran.

Sementara, Ketua Panitia acara Hj Elvira Yuaningtias menyampaikan, tujuan kegiatan yang diikuti 232 orang, yang terdiri dari guru mata pelajaran, pengawas dan Kasi Kurikulum ini adalah untuk menyiapkan program pendampingan Kurikulum ditingkat sekolah.

"Kita berharap melalui kegiatan ini bisa terlaksana program pendampingan Kurikulum dengan baik dan terimplementasikannya Kurikulum 2013 di tingkat Sekolah," jelasnya.**(mad)