PEKANBARU -- Tampaknya persoalan gas elpiji berwarna melon ini di Kota Pekanbaru tidak habis-habisnya. Disamping masih sulit didapatkan, masyarakat juga dirugikan ketika memperolehnya, pasalnya, isi gas bersubsidi yang diterima tidak sesuai dan berkurang separuhnya.

"Udahlah antri dan menunggu berjam-jam lamanya saat membeli gas dipangkalan ini. Ternyata, setelah dipasangkan keselang kompor gas, tidak menunjukkan isi yang sesuai dari tabung gas tersebut.  Biasanya kalau kita beli gas baru, jarum regulator selalu menunjukkan keterangan full atau berada pada garis merah. Yang terjadi malah sebaliknya jarum diselang regulator kompor gas hanya menunjukkan separuhnya saja,"ungkap Desi, warga Senapelan, kemarin.

Kekurangan isi tabung gas elpiji tigakilogram juga dialami warga Marpoyan Damai, Wito, Dia mengatakan, kecurigaan kurangnya isi dari gas itu sudah dirasakannya, saat pertama sekali akan membawa gas tersebut kerumahnya, pasalnya gas ini tidak berat seperti biasa.

"Memang saat dipangkalan, saya berpikir untuk mencoba menimbang gas itu, namun disekitar pangkalan tersebut saya tidak menemu adanya timbangan yang disediakan. Saya tadi sudah curiga juga, gas ini kok ringan tidak seperti biasanya. Kecurigaan itu ternyata benar, saat Saya pasangkan ke regulator kompor gas, isianya hanya separuh. Inikan sangat merugikan kami sebagai pemakai, "ungkapnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Kota Pekanbaru, Mas Irba Sulaiman mengatakan, bahwa kelangkaan yang dialami masyrakat ini karena adanya terhambatnya pendistribusian gas dari pihak agen ke pangkalan.

"Hari Minggu itu memang ada keterlambatan pendistribusian gas dari agen ke pangkalan. Hal ini dikarenakan adanya kemacetan yang  dirjadi diMuara Basung. Sehingga menyebabkan terhentinya operasional penjualan gas selama satu hari. Tapi Kita siap untuk menggelar Operasi Pasar kapan saja jika dibutuhkan," kata Irba.

Irba mengakui, kendatipun sudah  diadakannya Opearasi Pasar gas elpiji 3 kg, namun belum sepenuhnya bisa mengobati kelangkaan yang terjadi di Pekanbaru.