PEKANBARU -- External Relation PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region I, Brasto Galih Nugroho, mengharapkan pemerintah Kota Pekanbaru segera membuat kartu kendali untuk mengendalikan peredaran gas Elpiji 3 kg.

Brasto menilai kartu kendali di perlukan di pekanbaru karena terjadi Over konsumsi yang berlebihan dikarenakan adanya penggunaan tabung berlebih dalam satu keluarga.

"Jadi saat ini untuk wilayah Pekanbaru terjadi over konsumsi. Kita menduga adanya penggunaan elpiji berlebihan. Biasanya over itu terjadi kalau satu rumah memakai dua atau tiga tabung elpiji," ucapnya ketika berbincang bersama media ini, Minggu 11 Oktober 2015.

Brasto juga menyampaikan bahwasanya pemerintah seharusnya bertugas sebagai pengawas dalam mengendalikan elpiji yang didistribusikan oleh Pertamina.

"Penyaluran elpiji 3Kg ini seharusnya tertutup. Tertutup disini maksudnya hanya orang tertentu yang bisa membeli, yakni orang yang menengah kebawah, karena itu sudah sesuai dalam ketentuan dan sudah perintah negara," ucapnya.

Sementara Pihak Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pekanbaru mengamini pernyataan dari pihak pertamina terkait over nya pemakaian gas 3 kg di pekanbaru.

"Kita akui, hal tersebutlah yang kita duka membuat gas 3 kg langka di pasaran," ucap Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Pekanbaru, Mas Irba.

Disamping hal itu Irba juga mengatakan, over konsumsi tidak saja terjadi terhadap pengguna namun juga dikarenakan banyaknya pengecer. "Jadi ini yang tengah kita cari terobosan baru untuk mengatasinya," pungkasnya.**(dwi)