• Kadistamben Rohul Yusmar, memotong tumpeng HUT 1 tahun PLTBg Rantau Sakti.

TAMBUSAI UTARA -- Pengelolaan Pembangkit Listrik Tenaga Bio Gas (PLTBG) berlokasi di DK-1 SKPF Desa Rantau Sakti, Kecamatan Tambusai Utara, Rokan Hulu (Rohul) kapasitas 1 mega watt (MW), dinilai berhasil. PLTGB tersebut, kini jadi pilot project atau percontohan di Indonesia.

Hal itu dijelaskan Kasi Analisa dan Evaluasi Program Bio Energi Direktorat Jenderal EBTKE Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Trois Dilisusendi ST ME, yang hadir di Hari Ulang Tahun (HUT) perdana PLTBG Rantau Sakti di kantor Desa Rantau Sakti, Tambusai Utara, Rohul, Rabu 7 Oktober 2015. Pemotongan tumpeng dilakukan dalam acara tersebut.

Kepala Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Rohul Drs Yusmar MSi yang mewakili Bupati Rohul Drs H Achmad MSi mengatakan, Rohul diuntungkan jika dibangun PLTBG, sebab luas perkebunan kelapa sawit sekira 422.995 hektar milik 58 perusahaan.

Katanya lagi, dengan produksi Crude Palm Oil (CPO) tersebar di 34 pabrik kelapa sawit (PKS) mencapai 1.035.749 ton per tahun, tentu akan sangat membantu PLTBG dalam penyediaan limbah cair atau POME.

Kemudian, selain PLTBG Rantau Sakti, rencananya Pemkab Rohul akan membangun PLTBG di Desa Payung Sekaki, Tambusai Utara, berkapasitas 1,5 MW. Pembangkit ini masih proses izin dan menunggu pembangunan.

Dimana pembangunan PLTBG bekerjasama dengan PT Merangkai Artha Nusantara, akan dibiayai penuh oleh PT Pasadena Engineering Indonesia (PEI) selaku investor, dengan perkiraan dana antara Rp 40 miliar hingga Rp 45 miliar.

"Untuk tahap studi kelayakan sudah, namun masih menunggu proses perizinan,” ucap Yusmar.