Gaungriau.com -- Dalam rangka memperingati Hari Sungai Nasional 2026 sekaligus memperkuat kompetensi mahasiswa di bidang analisis lingkungan, Program Studi Kimia Fakultas Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam, dan Kesehatan (FMIPAKes) Universitas Muhammadiyah Riau (Umri) berkolaborasi dengan Laboratorium Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona Rokan menyelenggarakan kegiatan Monitoring Kualitas Air Sungai, pada Senin 27 Juli 2026 di Kampus Umri.
Kegiatan menghadirkan dua narasumber dari Laboratorium PHR Zona Rokan, yakni Zetvi Sheptian, SSi., selaku Analyst Lab North PHR Zona Rokan, dan Erik Indra Putra, ST., Junior Analyst Lab South PHR Zona Rokan, yang berbagi pengalaman dan praktik mengenai teknik monitoring, pengukuran, serta analisis kualitas air sungai.
Acara dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor I Umri Prof Dr Syafrizal Syahri, MSi., serta dihadiri Dekan FMIPAKes Umri Dr Prasetya, SSi MSi., Manager Laboratory PHR Zona Rokan Dr Maulana Hardi, MSi., dosen, dan mahasiswa Program Studi Kimia.
Dalam sambutannya, Dekan FMIPAKes Umri Dr Prasetya, menegaskan bahwa Provinsi Riau memiliki sejumlah sungai besar, seperti Sungai Siak, Sungai Rokan, Sungai Kampar, dan Sungai Kuantan, yang menjadi penopang kehidupan masyarakat sekaligus mendukung berbagai aktivitas ekonomi. Sebagai daerah yang kaya akan sumber daya alam, Riau memerlukan komitmen bersama untuk menjaga kelestarian lingkungannya.
Menurutnya, salah satu langkah mendasar dalam upaya pelestarian sungai adalah mengetahui kondisi kualitas air melalui proses monitoring dan analisis yang akurat.
"Mahasiswa adalah agen yang bertanggung jawab dalam menjaga kualitas air sungai, khususnya yang ada di Riau. Dengan memahami kondisi kualitas air, mahasiswa dapat menjadi bagian dari solusi dalam menjaga kelestarian lingkungan," ujarnya.
Sementara, Dr Maulana Hardi, selaku Manajer Laboratorium PHR Zona Rokan, menegaskan bahwa sungai adalah sumber vital bagi masyarakat serta merupakan penopang ekosistem. Oleh karena itu, penting untuk melakukan pemantauan kualitas air secara berkelanjutan.
"Kami berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran kita semua untuk menjaga kualitas air sungai. Tim Laboratorium PHR memiliki tanggung jawab untuk memantau, mengukur, dan menganalisis kualitas air sungai agar air yang dilepaskan kembali ke lingkungan memenuhi standar kualitas yang ditentukan," terangnya.
Pada waktu yang bersamaan, Prof Syafrizal Syahri selaku Wakil Rektor I Umri, menyampaikan bahwa acara ini merupakan wujud nyata kolaborasi antara dunia pendidikan tinggi dan industri dalam mendukung kemajuan ilmu pengetahuan, penelitian, serta kepedulian terhadap perlindungan lingkungan.
Ia menjelaskan bahwa kualitas air sungai dipengaruhi oleh banyak faktor, termasuk aktivitas manusia dan perubahan lingkungan. Oleh karena itu, mahasiswa sebagai bagian dari dunia akademik dituntut untuk dapat memahami kondisi di lapangan, menguasai teknik pengukuran kualitas air, serta mampu memberikan solusi yang berbasis ilmiah.
"Kami berharap semua peserta dapat berpartisipasi dalam kegiatan ini dengan baik. Ke depannya, diharapkan mahasiswa tidak hanya mengetahui cara mengukur kualitas air sungai, tetapi juga dapat mendidik masyarakat, terutama yang tinggal dan memanfaatkan area di sekitar sungai," ujarnya.
Ia juga memperkenalkan Program Ekoriparian Umri, yang menjadi salah satu contoh nyata komitmen universitas dalam memberdayakan daerah sungai melalui pengintegrasian aspek perlindungan lingkungan, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat, sehingga sungai dapat terjaga dan memberikan manfaat bagi generasi yang akan datang.
Selain pemaparan materi, acara ini juga mencakup sesi berbagi pengalaman tentang praktik pemantauan, pengukuran, dan analisis kualitas air sungai yang dilakukan di Laboratorium PHR Zona Rokan. Melalui kerja sama antara dunia akademik dan industri ini, mahasiswa mendapatkan pemahaman dan peningkatan kemampuan teknis dalam analisis kualitas air.
Kegiatan ini diharapkan dapat menghasilkan lulusan yang tidak hanya memiliki kompetensi akademis, tetapi juga berperan sebagai agen perubahan yang aktif dalam upaya menjaga kelestarian sungai dan lingkungan di Provinsi Riau.***
























