Gaungriau.com -- Pemerintah Kabupaten Bengkalis, melalui Dinas Perhubungan, sedang memulai persiapan untuk penyesuaian tarif untuk penyeberangan RoRo antara Air Putih dan Sungai Selari. Meskipun demikian, pembahasan tentang peningkatan tarif tersebut baru akan dilakukan setelah sistem digitalisasi dan E-tiketing resmi mulai beroperasi.
Kepala Dinas Perhubungan Bengkalis, Ardiansyah, pada Senin 11 Mei 2026, mengungkapkan bahwa saat ini fokus mereka adalah pada perbaikan fasilitas pelabuhan dan meningkatkan layanan sebelum penerapan kebijakan penyesuaian tarif dilaksanakan.
“Setelah semua hal terkait perbaikan dan penerapan E-tiketing selesai, baru kami akan membahas penyesuaian tarif,” tambahnya.
Ardiansyah menjelaskan bahwa di tingkat nasional, Kementerian Perhubungan sudah memberikan panduan mengenai penyesuaian tarif penyeberangan. Bahkan, ada informasi bahwa tarif diperkirakan akan naik hingga 17 persen.
Namun, Pemerintah Kabupaten Bengkalis belum menerapkannya karena mereka ingin memastikan bahwa pelayanan di pelabuhan RoRo sangat optimal, termasuk kepastian jadwal keberangkatan dan kenyamanan penumpang yang menggunakan jasa penyeberangan.
“Sekarang kita masih fokus pada pemaksimalan fasilitas pelabuhan dan penataan jadwal keberangkatan. Kalau pelayanan sudah lebih baik, baru kita bicarakan rencana kenaikan tarif,” tambahnya.
Ia menjelaskan, penerapan E-tiketing menjadi bagian penting dalam proses modernisasi pelayanan pelabuhan sekaligus persiapan menuju penyesuaian tarif yang lebih tertata dan transparan.
Saat ini tahapan penerapan sistem tiket elektronik itu sudah berjalan. Bahkan, Pemkab Bengkalis telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan pihak ketiga untuk mendukung penerapan sistem digital tersebut.
Sementara itu, anggota Komisi II DPRD Bengkalis, Hendra Jeje, menyatakan pihaknya mendukung penuh penerapan E-tiketing di pelabuhan RoRo Bengkalis. Meski demikian, ia mengingatkan agar rencana kenaikan tarif terlebih dahulu disosialisasikan kepada masyarakat.
“Komisi II DPRD Bengkalis sangat mendukung penerapan E-tiketing yang sudah dilakukan MoU dengan pihak ketiga. Namun terkait kenaikan tarif, Dishub harus lebih dulu melakukan sosialisasi kepada masyarakat,” katanya.
Menurutnya, peningkatan fasilitas dan kepastian jadwal keberangkatan menjadi faktor utama yang harus dibenahi sebelum tarif dinaikkan.
“Pelayanan dan kenyamanan fasilitas paling utama. Jadwal keberangkatan juga harus jelas dan tepat waktu. Kalau pelayanan sudah baik, tentu masyarakat akan mendukung,” ungkapnya.
Sebelumnya, Dishub Bengkalis juga menyebut masih ada dua tahapan yang harus diselesaikan sebelum sistem E-tiketing diterapkan penuh, yakni pengesahan dan persetujuan DPRD Bengkalis, serta penandatanganan perjanjian kerja sama operasional.
Selain itu, pembangunan fasilitas pendukung E-tiketing di pelabuhan juga akan segera dilakukan sebelum sistem tersebut resmi diluncurkan.
Dishub menargetkan penerapan E-tiketing di Pelabuhan RoRo Bengkalis dapat terealisasi dalam dua bulan ke depan.(put)






















