Gaungriau.com -- Berlangsung selama dua hari Jumat dan Sabtu 1-2 Mei 2026, sebanyak 418 Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Riau (Umri) mengikuti Baitul Arqam dan Pembekalan Purna Studi bagi calon wisudawan wisudawati Angkatan XXX.
Secara resmi acara dibuka oleh Rektor Umri Dr Saidul Amin MA secara daring, Jumat 1 Mei 2026, perserta mengikutinya di dalam Masjid Baitul Bikmah Kampus Utama Umri Jalan Tuanku Tambusai Pekanbaru.
Dalam acara pembukaan kegiatan yang bertemakan ‘Tema Alumni berkarakter dan berdampak, UMRI unggul mencerahkan semesta"ini, Rektor menjelaskan bahwa tujuan pendidikan di Umri fokus pada 3H. Yaitu head, heart, dan hand. Head artinya mempersiapkan mahasiswa agar memiliki kecerdasan akademik. Selain itu, mahasiswa juga disiapkan dari segi ideologi, keimanan dan spiritualitas.
"Di situlah peran heart atau hati," katanya. Terakhir yaitu hand. Dimana, mahasiswa UMRI didorong punya kemampuan dan keterampilan yang mumpuni untuk dibawa berlayar dalam kehidupan yang sesungguhnya," jelasnya.
Dalam laporannya, Ketua Panitia Pelaksana, Dr Jupendri menyampaikan bahwa wisuda Umri selalu diawali dengan Baitul Arqom dan pembekalan. Tujuannya mengingatkan kembali pembekalan yang telah diberikan kepada mahasiswa terkait Al Islam Kemuhammadiyahan (AIK) yang diterima dari semester 1 sampai 4.
Diharap, setelah keluar dari gerbang kampus dan jadi alumni, mereka mampu menjadi kader Muhammadiyah sejati. Karena itu, dalam kegiatan ini ada sejumlah materi terkait kemuhammadiyahan. Lalu ada juga materi pembekalan tentang persiapan menghadapi dunia kerja, melanjutkan studi, pembekalan keluarga, dan sebagainya.
Sementara Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Riau Hendri Sayuti menyampaikan bahwa masa depan hanya untuk orang-orang berkarakter. Namun, yang sulit adalah bagaimana mempertahankan karakter yang dimilikinya.
Sementara menjadi lulusan yang berdampak merupakan bagian dari identitas Muhammadiyah, yang tidak hanya berhenti pada konsep, tetapi diwujudkan dalam aksi nyata di tengah masyarakat.
"Karena itulah kita berharap alumni Umri ini bisa berperan dalam perserikatan yang dimulai dengan aktif di tingkat ranting dan cabang Muhammadiyah, sehingga keberadaan lulusan benar-benar dirasakan," harapnya.
Hendri menambahkan, saat ini Muhammadiyah telah hadir di 30 negara, bahkan di antaranya telah berkembang menjadi organisasi mandiri dengan kesamaan nilai ideologis.
Melalui kegiatan ini, Umri berharap para lulusannya mampu membawa nilai “unggul dan mencerahkan semesta” dalam kehidupan nyata setelah menyelesaikan studi.
"Saudara-saudara adalah bagian dari Muhammadiyah, karena itu meski raga sudah tidak lagi berada di kampus Umri, jiwa tetap harus menyatu dengan Muhammadiyah di manapun berada," pungkasnya. (mad)




















