Gaungriau.com -- Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT Pertamina kembali diwujudkan melalui kegiatan penguatan kelembagaan bagi masyarakat perhutanan sosial di Desa Siarang Arang, Kabupaten Rokan Hilir. Program ini dilaksanakan melalui Pertamina Foundation yang menggandeng Yayasan Gambut untuk melaksanakan kegiatan di tingkat tapak.
Kegiatan berupa pelatihan Penguatan Kelembagaan dan Administrasi Kelompok Tani Hutan (KTH) ini bertujuan meningkatkan kapasitas organisasi dalam pengelolaan kawasan Hutan Kemasyarakatan (HKm) secara profesional, transparan, dan berkelanjutan.
KTH Siarang Arang Lestari merupakan pemegang izin pengelolaan kawasan hutan seluas ±617 hektare berdasarkan SK Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor SK.7398/MENLHK-PSKL/PKPS/PSL.0/7/2023. Penguatan tata kelola kelembagaan menjadi langkah strategis untuk memastikan pengelolaan kawasan berjalan tertib administrasi serta akuntabel.
Sebanyak 50 peserta mengikuti pelatihan yang menghadirkan narasumber berkompeten, yakni Azwan, S.Hut., M.Si. dari KPH Bagan Siapi-api dan Riandra Hamdani, S.I.Kom. Materi yang disampaikan mencakup penguatan struktur organisasi, sistem administrasi kelompok, penyusunan laporan pertanggungjawaban, serta strategi membangun kemandirian dan solidaritas anggota.
Sekretaris Desa Siarang Arang, Bagus Chadra, S.I.P., menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan melalui program ini.
“Berbagai kegiatan yang telah dilaksanakan, mulai dari pengembangan keramba ikan, pengolahan ikan salai, hingga pembuatan pupuk kompos, telah memberikan dampak positif bagi peningkatan kapasitas dan kesejahteraan masyarakat. Kami berharap program pemberdayaan ini dapat terus berlanjut secara berkesinambungan,” ujarnya.
Program Manajer Yayasan Gambut, Zamharir, menekankan bahwa memperkuat administrasi adalah dasar yang sangat penting untuk kelangsungan organisasi kelompok.
“Kekuatan kelompok tidak hanya diukur dari banyaknya anggotanya, tetapi juga dari sistem manajemen yang terstruktur, jelas, dan dapat dipertanggungjawabkan. Kegiatan pelatihan ini merupakan bagian dari usaha untuk memperkuat dasar tersebut,” ujarnya.
Bendahara KTH Siarang Arang Lestari, Basir BG, juga menyatakan rasa terima kasih atas bantuan yang diterima.
“Dukungan ini sangat berharga bagi penguatan internal kami dan meningkatkan kapasitas anggota dalam menjalankan tugas pengelolaan kawasan hutan,” katanya.
Dengan penguatan dalam pengelolaan, diharapkan KTH Siarang Arang Lestari bisa lebih mandiri dalam mengelola area HKm dan dapat membantu berkembangnya ekonomi masyarakat yang berlandaskan prinsip keberlanjutan.***















