Gaungriau.com -- Tahun ini sebanyak 42 Mahasiswa asing dari Tujuh negara resmi mendaftar untuk menempuh pendidikan di Universitas Muhammadiyah Riau (Umri), hal Indonesia tentu semakin memperkuat posisinya Umri sebagai kampus unggul yang inklusif dan mendunia.

Dilansir dari laman resmi kampushttp://www.umri.ac.id., Mahasiswa asing tersebut berasal dari sejumlah negara di Asia Tenggara hingga Afrika. Di antaranya, Kamboja, Filipina, Nigeria, Kenya, Republik Zambia, Republik Senegal, dan Somalia. Mereka tertarik pada sistem pendidikan Umri yang tidak hanya menonjolkan kualitas akademik, tetapi juga nilai-nilai ke-Islaman dan integritas moral.

Wakil Rektor III Umri, Dr Jufrizal Syahri MSi, menyebut bahwa tingginya animo mahasiswa internasional adalah cerminan kepercayaan dunia terhadap Umri sebagai institusi pendidikan tinggi yang kredibel.

"Kami ingin menghadirkan atmosfer pendidikan yang berkualitas, Islami, dan berwawasan global. Umri terbuka bagi siapa saja yang ingin belajar dan berkembang bersama," ujar Jufrizal.

Tak hanya soal akademik, Umri juga dikenal dengan pendekatan pendidikan yang holistik. Mahasiswa tidak hanya diajak unggul secara intelektual, tetapi juga disiapkan menjadi pribadi berakhlak dan berkontribusi bagi peradaban.

Kepala Kantor Urusan Internasional dan Kerjasama (KUIK) Umri, Pahmi MA, mengatakan bahwa Umri telah membuat program orientasi khusus untuk mahasiswa internasional. Salah satu programnya adalah kursus Bahasa Indonesia selama dua bulan sebelum kuliah dimulai.

"Ini penting supaya mereka bisa berinteraksi dengan dosen dan teman-teman lokal dengan nyaman. Kami ingin proses adaptasi berjalan dengan baik," kata Pahmi.
Mahasiswa asing yang telah dinyatakan lolos seleksi akan mulai masuk lebih awal, sebelum tahun akademik reguler dimulai.

Internasionalisasi di Umri bukan sekadar jargon. Dari seleksi ketat, sistem pembinaan berkelanjutan, hingga kolaborasi dengan perguruan tinggi luar negeri, semua dijalankan dengan serius. Umri ingin menjadi kampus masa depan yang mampu menjembatani pengetahuan, teknologi, dan nilai-nilai ke-Islaman untuk dunia yang lebih baik.

Langkah ini juga membuktikan bahwa Pekanbaru, sebagai kota pendidikan, makin dikenal luas di kancah internasional. Keberadaan mahasiswa asing di Umri menjadi bukti bahwa Riau punya daya saing global dalam bidang pendidikan.***