• Sukri Harto

PEKANBARU -- Tiga peserta assesment Pimpinan Tinggi Pratama (PTP) untuk sembilan jabatan di lingkungan Pemprov Riau mendapatkan hak istimewa. Ketiga mantan pejabat ini tak lagi perlu mengikuti seleksi manajerial.

Ketiga peserta assesment tersebut, yakni M Syukri Harto, Indra Putra Yana dan Surya Maulana. Mereka mendapatkan hak istemewa karena sebelumnya telah mengikuti assessment pada bursa Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Riau. Sementara khusus Surya Maulana karena telah mengikuti seleksi Sekda Indragiri Hilir.

"Ada tiga orang diantaranya mendapatkan hak istimewa karena tidak perlu mengikuti seleksi manajerial kembali. Ada dua orang diantaranya mengikuti seleksi Sekda di tingkat Provinsi, kemudian satu lagi mengikuti seleksi Sekda di Indragiri Hilir," kata Ketua Pansel Assesment PTP Pemprov Riau, Prof Muchtar Ahmad, yang jug mantan Rektor Universitas Riau, di Gedung Badan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Riau, Jalan Ronggowarsito, Rabu 8 Maret 2017.

Selain tiga orang yang mendapatkan hak istemewa tersebut, juga tercatat satu diantara peserta dinyatakan gugur. Yakni atas nama Sopyan Hadi yang juga menjabat sebagai Kepala Balitbang Bengkalis.

Dengan begitu, dari total 72 orang yang awalnya dinyatakan lulus administrasi dan berhak mengikuti tes manajerial hanya 68 orang. Untuk hasil tes manajerial ini akan diumumkan pada 21 Maret mendatang.

"Nanti hasilnya diumumkan 21 Maret. Seleksi manajerial ini mencakup dua macam tes dan dibagi dua kelas meliputi psikometri dan LGD (Leaderless Group Discussion)," Muchtar Ahmad.

Ada pun dari hasil pemantauan di lapangan, tes tertulis tahap manajerial dilaksanakan di gedung Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Riau ini, pelaksanaan tes bagi 72 peserta ini pun dibagi menjadi dua ruang kelas. Mereka akan mengikuti beberapa tahapan tes meliputi tes psikometri dan LGD (Leaderless Group Discussion).