Sistem Pemilu Terbuka Terbatas Perlu Dikritisi DPR
Kamis, 03 November 2016 - 00:00:00 WIB
JAKARTA -- Wakil Ketua Komisi II DPR Ahmad Riza Patria mengatakan DPR akan mengkaji lebih jauh lagi tentang sistem proporsional terbuka terbatas dalam RUU penyelenggaraan Pemilu. Alasannya mekanisme penentuan caleg terpilih tersebut hanya didasarkan pada gambar partai dan nomor urut partai, bukan didasarkan pada nama caleg dan nomor urut caleg seperti sistem saat ini.
"Ini luar biasa menurut saya, untuk perlu disikapi dan kritisi oleh DPR. Karena di era demokrasi saat ini, idealnya penentuan caleg terpilih harus berdasarkan sistem proporsional terbuka, " kata Ahmad Riza Patria dalam dialektika demokrasi bertema "Pro/Kontra RUU Pemilu" bersama Wakil Ketua DPR Agus Hermanto dan Kordinator Komite Pemilih Indonesia (TePI) Jerry Sumampau di gedung DPR Jakarta, Kamis 3 Nopember 2016.
Riza Patria menambahkan apabila analisas tersebut benar, maka sistem Pemilu 2019 tidak mengalami kemajuan, tapi malah mundur. Sebab rakyat diarahkan hanya memilih gambar partai atau nomor urut partai, bukan memilih nama caleg atau nomor urut caleg. "Bahkan ada yang bilang surat suaranya nanti tidak sah kalau pemilih hanya memilih nama caleg atau nomor urut caleg, " ujar politisi dari Fraki Partai Gerindra itu.
Sementara Agus Hermanto berpendapat keinginan pemerintah untuk kembali menggunakan sistem pemilu tertutup atau terbuka terbatas dalam pemilihan caleg ini karena adanya beberapa alasan. Diantaranya mengakomodir pengurus-pengurus parpol yang selama ini berjuang di parpolnya. Kedua dilatarbelakangi agar caleg bisa dikendalikan oleh parpol.
Agus meyakini usulan pemerintah dalam draft RUU pemilu yang diajukan oleh pemerintah akan menjadi perdebatan tersendiri di Pansus RUU Pemilu DPR. Pasalnya dalam UU Pemilu sebelumnya menggunakan sistem pemilu proporsional terbuka.
"Tapi ini belum menjadi sikap DPR. Sikap pastinya nanti saat fraksi-fraksi menyampaikan DIM (Daftar Inventarisasi Masalah). Pansus DPR akan meminta penjelasan secara detil kepada pemerintah. Apa yang dimaksud dengan proporsional terbuka terbatas tersebut?, " ujarnya.
Jerry menilai sistem pemilu terbuka terbatas yang diusulkan pemerintah dalam RUU penyelenggaraan Pemilu itu hanya akal-akalan. Sebab pada dasarnya substansi dari ketentuan tersebut merupakan sistem pemilihan proporsional tertutup.
"Kalau usulan terbuka terbatas, itu sebenarnya bohong-bohongan karena substansinya adalah tertutup, jadi caleg tidak dipilih, Penetuan caleg bukan karena caleg memperoleh suraa terbanyak seperti selama ini, Tapi hanya menggunakan istilah saja, karena pemerintah " kata Jerry.**(bam)
Bagaimana Pendapat Anda?
Bagikan Ke Yang Lainnya
Berita Lainnya
-
Rabu, 16 September 2015 - 00:00:00 WIB
Legislator dan Senator Riau Diminta Peduli Asap
Gaungriau.com -— Selain meminta pemerintah bertindak konkret, kalangan senator dan legislator dari pemilihan Riau diminta ikut peduli dan memikirkan masalah kabut asap yang menimbulkan kesengsaraan bagi masyarakat Riau. Keseriusan bisa dilakukan dengan menggalan sejumlah rekan legislator lainnya untuk membentuk “panitia angket asap” guna melakukan penyelidikan kebakaran lahan yang terus terjadi…
-
Selasa, 15 September 2015 - 00:00:00 WIB
Akan Longgarkan Penjualan Bir
Fahira akan Temui Tom Lembong
Gaungriau.com -— Rencana Kementerian Perdagangan (Kemendag) merelaksasi Peraturan Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri (Dirjen Dagri) Nomor 04/PDN/PER/4/2015 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengendalian Peredaran dan Penjualan Minuman Beralkohol Golongan A, menimbulkan pro-kontra di kalangan masyarakat. Pasalnya, aturan baru ini nantinya akan memberikan keleluasaan kepada kepala daerah untuk…
-
Selasa, 15 September 2015 - 00:00:00 WIB
KAHMI akan Menyelenggarakan "Dialog Nasional Masa Depan Indonesia“
Gaungriau.com -- Menyambut hari ulang tahun (HUT) ke-49, Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) akan menyelenggarakan "Dialog Nasional Masa Depan Indonesia“. Urgensi acara tersebut relevan dengan perkembangan mutakhir situasi dan kondisi nasional. Ketua Panitia HUT ke-49 KAHMI Ismet Hasan Putro yang juga Ketua Departemen Bisnis…
-
Minggu, 13 September 2015 - 00:00:00 WIB
PKS Minta Maaf Pra Munas Bikin Macet di Cibubur Termasuk Tol Arah Bogor
Jakarta - Ribuan kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS), pagi ini menghadiri acara Pra Musyawarah Nasional (Munas) Kegiatan Rakyat di Cibubur. Imbasnya, area jalan dan sekitarnya menjadi macet parah.
-
Minggu, 13 September 2015 - 00:00:00 WIB
Kemenag Akan Gelar Sidang Isbat Penentuan Idul Adha Sore Ini
Jakarta - Kementerian Agama RI akan menggelar sidang isbat Minggu sore ini untuk menentukan awal bulan Zul Hijjah 1436 hijriyah. Sidang akan digelar di gedung Kementerian Agama, jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat mulai…
-
Minggu, 13 September 2015 - 00:00:00 WIB
Penghargaan Untuk Dulman, Petugas yang Tewas Saat Padamkan Kebakaran Hutan
Cianjur - Dulman Effendi (56), Kepala Resort Suaka Margasatwa (SM) Cikepuh (sebelumnya disebut Kepala BBKSDA), Kecamatan Ciemas, Sukabumi, Jawa Barat yang meninggal dunia saat upaya pemadaman lokasi dianugerahi gelar Anumerta oleh Dirjen Konservasi…
-
Minggu, 13 September 2015 - 00:00:00 WIB
Gudang Plastik di Cengkareng Jakbar Terbakar
Jakarta - Kebakaran terjadi di gudang plastik di Cengkareng, Jakarta Barat. Petugas masih berupaya memadamkan kobaran api. "Kebakaran gudang plastik di…
-
Minggu, 13 September 2015 - 00:00:00 WIB
Begini Kerennya Bandara Kalimarau yang Dipuji Menhub Jonan
Berau - Menteri Perhubungan Ignasius Jonan memuji Bandara Kalimarau, di Berau, Kalimantan Timur. Dia meminta seluruh bandara UPT Perhubungan di Indonesia meniru bandara ini. Seperti apa sih bagusnya?
-
Minggu, 13 September 2015 - 00:00:00 WIB
Pesan Terakhir Adang Joppy dan Firasat Saudara Kembar Soal Tragedi Crane
Bandung - Adang Joppy Lili (58), korban meninggal dunia dalam musibah jatuhnya crane di Masjidil Haram memiliki saudara kembar, Asep Joli. Sebelum Adang berangkat, Asep mengaku memiliki perasaan yang tak bisa dijelaskan. …



