PEKANBARU -- Meskipun masyarakat telah membawa pendonor untuk mengganti darah yang diambil dari PMI Pekanbaru, tetapi tetap saja PMI meminta warga untuk membayar dengan dalih untuk pengolahan darah karena pembiayannya tidak ditanggung pemerintah.
Menanggapi hal tersebut Wakil Ketua DPRD Pekanbaru Sigit Yowono ST, menyayangkan sikap PMI Pekanbaru yang terkesan memberatkan masyarakat.
"Seharusnya PMI tidak meminta kutipan uang, karena sudah ada pengganti, terkecuali tidak ada pendonor pengganti. Kalau alasan tidak dibantu dari Pemerintah, seharusnya PMI mengajukan anggaran ke DPRD, apalagi di Pekanbaru bank darah dipegang oleh PMI," tutur Sigit, Senin 24 Oktober 2016 kepada wartawan.
Politisi Partai Demokrat ini menyebut tidak habis fikir jika masyarakat yang membutuhkan darah untuk pengobatan malah makin diberatkan. Sigit berharap dalam waktu dekat ada komunikasi antara Pemerintah dan PMI kota Pekanbaru, terlebih ketua PMI merupakan Sekretaris Kota Pekanbaru yakni M Noer.
"Kita minta dari PMI untuk meringankan beban masyarakat dan membicarakan mengenai biaya pengolahan darah atau semacamnya ke pemerintah kalau mereka tidak punya anggaran. Kalau juga tidak ada titik temu segera laporkan ke DPRD," pungkasnya.**(dwi)





