TNI Masih Dibutuhkan Menumpas Terorisme
Selasa, 18 Oktober 2016 - 00:00:00 WIB
JAKARTA -- Anggota DPR RI Akbar Faisal menilai TNI sangat dibutuhkan dalam pemberantasan terorisme ini, karena TNI memiliki kemampuan dan alat pertahanan lebih canggih dibanding kepolisian, baik di wilayah laut, darat, dan udara, dan di dalam maupun di luar negeri.
“Jadi, TNI sangat siap dalam pemberantasan terorisme. Kita hanya lemah dalam hal koordinasi,” kata politisi Fraksi Nasdem itu dalam forum legislasi ‘RUU Terorisme dan Keterlibatan TNI’ bersama anggota Pansus Terorisme Akbar Faizal (NasDem), M. Nasir Djamil (FPKS) dan analisis pertahanan dan militer dari UI, Connie Rahakundini Bakrie, di Gedung DPR RI Jakarta, Selasa 18 Oktober 2016.
Hal serupa dikatakan Ketua Pansus RUU Terorisme Muhammad Syafi’ie. Politisi Fraksi Partai Gerindra itu berpendapat canggihnya perkembangan dunia di bidang persenjataan, maka diperlukan keterlibatan TNI untuk menumpas kejahatan terorisme terutama di wilayah pegunungan, perbukitan, laut dan udara, yang tidak bisa ditangani oleh pihak kepolisian.
“Bisa juga akibat pemahaman agama yang salah, maka melibatkan berbagai pihak berkepentingan termasuk TNI. Jadi, TNI dan Polri harus sinergi seperti dalam menangani teroris di Poso, Sulwesi Tengah,” ujarnya.
Ditambahkan Syafi’ie, diperlukan pula dewan pengawas agar dalam menjalankan tugasnya sesuai standar operasional (SOP), termasuk dalam penanganan korban. Sesuai dengan UU No.31/2014 tentang perlindungan saksi dan korban, maka semua menjadi tanggungjawab negara. “Jadi, UU ini jangan sampai kehilangan momentum dan mampu menjawab berbagai persoalan ke depan,” pungkasnya.
Sementara Connie Rahakundini Bakrie menyatakan kondisi bangsa saat ini justru mengharuskan TNI harus bergerak. Berbicara pemberantasan teororisme itu tidak lepas dengan output dan outcome-nya. “Resolusi PBB itu tidak hanya pidana, karena kejahatan terorisme tidak saja pidana, melainkan kejahatan massif yang bedampak kepada hancurnya ekonomi, sosial politik dan lain-lain, “ katanya.
Sedangkan politisi PKS Nasir Jami mengatakan pada prinsipnya negara harus melindungi warganya dari ancaman terorisme, tapi harus menghindari dikte dunia internasional. Negara juga harus menjamin keadilanm kenyamanan, kesejahteraan dan kemakmuran kolektif, serta tidak menjadikan Islam atau umat Islam saja sebagai subyek terorisme.
“Sebagai kordinator Badan Nasional Pemberantasan Terorisme (BNPT) memiliki tugas dan fungsi untuk mengkoordinasikan TNI dan Polri. Hal itu, mengingat selama ini BNPT belum optimal. Apalagi Densus 88 selama ini dilatih oleh Kopassus, maka guru dan muridnya mesti dilibatkan.**(bam)
Bagaimana Pendapat Anda?
Bagikan Ke Yang Lainnya
Berita Lainnya
-
Selasa, 26 Juli 2016 - 00:00:00 WIB
DPR : Lahan Tembakau Dikhawatirkan Menjadi Kenangan
JAKARTA -- Pemerintah dinilai masih memandang remeh potensi pasar daun tembakau. Bahkan dalam RUU Pertembakauan, daun tembakau hanya dipandang sebatas masalah rokok semata. Hal itu terlihat dari terpuruknya tembakau Indonesia dan kalah oleh ekspor tembakau yang mencapai 75 persen untuk keperluan dalam negeri memproduksi rokok putih. Tembakau…
-
Jumat, 17 Juni 2016 - 00:00:00 WIB
Ribuan Rumah Terendam, Banjir Kota Padang Telan Korban Jiwa
GAUNGRIAU.COM -- Hujan ekstrem dengan intensitas hujan lebih dari 300 milimeter sejak pukul 16.00 hingga 23.30 Wib pada Kamis 16 Juni 2016 telah menyebabkan banjir di Kota Padang dan Kabupaten Padang Pariaman Provinsi Sumatera Barat. Banjir juga disertai longsor di beberapa tempat. Beberapa sungai meluap sehingga ribuan…
-
Rabu, 08 Juni 2016 - 00:00:00 WIB
Diguncang Gempa 6,6 SR
Masyarakat Ternate, Bitung dan Manado Berhamburan Keluar Rumah
GAUNGRIAU.COM -- Telah terjadi gempa bumi dengan kekuatan 6,6 SR di laut dengan kedalaman hiposenter 58 km pada jarak 126 km baratlaut Kota Ternate atau 131 km timur Kota Bitung pada Rabu 8 Juni 2016 pulul 02.15 Wib. BMKG telah melaporkan kejadian gempa kepada Posko BNPB dan…
-
Minggu, 29 Mei 2016 - 00:00:00 WIB
Akom Protes DPR Terus Digebuki
BATAM -- Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Ade Komarudin meradang ketika "digebuki" wartawan tentang kinerja buruk institusinya. Padahal fungsi legislasi DPR membutuhkan kecermatan yang berdampak hukum kepada masyarakat. "Saya mau protes kepada teman-teman wartawan. (kinerja) Kami digebuki…
-
Kamis, 26 Mei 2016 - 00:00:00 WIB
Gayus: MA Dikelola Secara Tak Benar
JAKARTA -- Hakim Agung Gayus Lumbuun mendesak Presiden Joko Widodo untuk segera menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) untuk mengembalikan kehormatan lembaga peradilan di Indonesia. Peristiwa terakhir Ketua Pengadilan Negeri (KPN) Kapahiang, Bengkulu Janner Purba dan Hakim PN kota Bengkulu Toton ditangkap dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT)…
-
Rabu, 25 Mei 2016 - 00:00:00 WIB
Dilantik Presiden, ini Harapan Efendi Sianipar Kepada Gubri
JAKARTA -- Anggota DPR dari daerah pemilihan Riau meminta Gubernur Riau H Arsyadjuliandi Rachman yang baru dilantik agar terus bahu membahu dengan seluruh elemen pemerintah daerah khususnya Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Kerjasama yang sinergis sangat diperlukan untuk membangun Riau ke arah yang sesuai sasaran visi misi…
-
Senin, 23 Mei 2016 - 00:00:00 WIB
Oesman Sapta Sumpah Hipmi-Perguruan Tinggi Laksanakan Empat Pilar
BANDUNG -- Ketua MPR Oesman Sapto membai'at (menyumpah) dua mahasiswa dari Provinsi Aceh dan Papua berikrar untuk melaksanakanempat pilar Pancasila, UUDNRI 1945, NKRI, Bhinneka Tunggal Ika. Pelaksanaan sumpah atau ikrar empat pilar tersebut disaksikan oleh Ketua Umum…
-
Kamis, 19 Mei 2016 - 00:00:00 WIB
Gubri dan Lima Kepala Daerah Raih K3 Award
JAKARTA -- Menteri Ketenagakerjaan (MenaÂker) Hanif Dhakiri menyerahkan pengÂharÂgaan Keselamatan dan KeÂsehatan Kerja (K3) kepada Gubernur Riau. Penghargaan yang diterima oleh Asisten I Pemprov Riau Ahmadsyah Harofie mewakili Plt Gubri ini merupakan kaliketiga bagi Provinsi Riau setelah sebelumnya juga memperoleh di tahun 2013, 2015.
-
Selasa, 17 Mei 2016 - 00:00:00 WIB
Perangi Kejahatan Seksual
DPR RI Minta Pemerintah Mengambil Langkah Tegas
BENGKULU -- Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPR RI) mengecam maraknya kejahatan seksual yang terjadi disejumlah daerah belakangan ini. Pemerintah diharapkan mengambil langkah tegas terkait hal tersebut. Hal disampaikan Wakil Ketua DPD RI GKR Hemas dalam Dialog…
-
Senin, 16 Mei 2016 - 00:00:00 WIB
Rencana JK Kumpulkan DPD I dan DPD II Gagal
JAKARTA -- Sejak Senin 16 Mei 2016 pagi, beredar isu di kalangan wartawan bahwa Wakil Presiden Jusuf Kalla akan kembali ke Bali untuk mendukung Ade Komaruddin menjadi Ketua Umum Partai Golkar. Namun rencana yang sudah disusun dan undangan yang disebar kepada DPD I dan DPD II itu…
-
Jumat, 13 Mei 2016 - 00:00:00 WIB
Munaslub Golkar, Pengamat Sebut SN Caketum Terkuat
JAKARTA -- Pengamat politik Poltracking Institute Hanta Yudha mengatakan calon Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto (SN) disebut-sebut memiliki peluang besar untuk terpilih pada Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) yang mulai digelar 15-17 Mei, di Nusa Dua, Bali. Hanta berpendapat untuk menghadapi calon kuat lainnya Ade Komaruddin…
-
Senin, 09 Mei 2016 - 00:00:00 WIB
Sulit Menjalankan Dua Jabatan Strategis Sekaligus
Akbar Sarankan Ketum Golkar tak Rangkap Jabatan
JAKARTA -- Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar, Akbar Tandjung menyarankan agar Ketua Umum Partai Golkar mendatang tidak memiliki rangkap jabatan. Akbar meragukan di era sekarang ini, seorang pimpinan parpol mampu melaksanakan dua tugas penting sekaligus sebagai Ketum Parpol dan Ketua DPR. Akbar mengaku pernah menyampaikan…
-
Rabu, 04 Mei 2016 - 00:00:00 WIB
Oesman Sapta Apresiasi Akbar Tandjung Dirikan Sekolah Politik
JAKARTA -- Wakil Ketua MPR Oesman Sapta mengapreasiasi langkah Akbar Tandjung Institute mendirikan sekolah kepemimpinan politik bangsa yang memiliki misi membangun sistem pengkaderan pemimpin bangsa. "Sekolah Kepemimpinan Politik Bangsa ini pantas dihargai. Sekolah ini menjadi ikon dalam…
-
Minggu, 01 Mei 2016 - 00:00:00 WIB
Jadi Komisioner KPI, PKS Diminta Menindak Kadernya
JAKARTA -- Menkominfo, Rudiantara mengaku sudah mendapatkan laporan akan adanya Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) yang bernama Azimah Subagijo dari Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) yang menjadi kader partai. Azimah Subagijo diketahui tercatat sebagai kader PKS dan tercatat sebagai wasekjen DPP MKGR yang tidak lain adalah salah…
-
Sabtu, 30 April 2016 - 00:00:00 WIB
Oesman Sapta: Pers Harus Jadi Ujung Tombak Mengawal Empat Pilar MPR RI
PADANG -- MPR RI ingin membangun pers dengan MPR RI dengan rasa persahabatan yang mendalam dan memiliki persamaan pandangan, agar menghasilkan tujuan dan cita-cita yang sama. Sebab, kalau berbeda, maka akan berbeda pula hasilnya, dan sulit sosialisasi empat pilar MPR RI ini sampai ke masyarakat di bawah.…
-
Kamis, 28 April 2016 - 00:00:00 WIB
Jelang May Day
Peneliti: Naif, Kalau Hanya Menaikkan Honor Pekerja
JAKARTA -- Peneliti Utama LIPI Siti Zuhro mempertanyakan demo yang melibatkan ribuan pekerja setiap peringatan May Day, benar-benar hanya sekedar memperjuangkan kenaikan honor pekerja/buruh atau ada bertujuan politis. "Demo May Day apa muatannya? Kita tak bisa menutup…
-
Rabu, 20 April 2016 - 00:00:00 WIB
Irman : Netralitas ASN Tentukan Kualitas Pilkada
JAKARTA --Netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) merupakan elemen penting dalam mewujudkan pembangunan demokrasi yang berkualitas. Hal ini dikatakan Ketua DPD RI, Irman Gusman saat membuka Seminar Nasional bertajuk “Netralitas ASN dalam rangka mewujudkan Pilkada Serentak Tahun 2017” di Kantor Kementerian PANRB, Jl Jenderal Sudirman No 69, Jakarta,…
-
Rabu, 13 April 2016 - 00:00:00 WIB
Mosi Tak Percaya, Irman Gusman: Saya Tidak Mau Mundur
JAKARTA -- Ketua DPD RI, Irman Gusman berpendapat, kericuhan yang terjadi dalam Sidang Paripurna DPD RI, yang dikaitkan dengan mosi tidak percaya kepada Pimpinan, merupakan proses pendewasaan, sekaligus menambah pengalaman berorganisasi. Irman mengaku tak akan mau mundur, karena mosi tak percaya bertentangan dengan Undang-Undang dan peraturan yang…
-
Selasa, 12 April 2016 - 00:00:00 WIB
Soal GBHN, Rancangan MPR Direkomendasikan Kepada Presiden-DPR
JAKARTA -- Majelis Permusyawaratan Rakyat bisa saja menyusun rancangan dokumen model GBHN sebagai formulasi perencanaan pembangunan berkelanjutan yang kemudian direkomendasikan kepada Presiden dan DPR RI untuk disahkan menjadi Undang-Undang tentang Haluan Pembangunan Nasional, penganti UU tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional. Â Â Â …
-
Selasa, 12 April 2016 - 00:00:00 WIB
Gafar Usulkan Riau Tuan Rumah Bahas Soal Listrik Sumatera
JAKARTA -- Guna menyelesaikan persoalan krisis kelistrikan di seluruh wilayah sumatera yang tak kunjung tuntas, DPD RI berencana melakukan rapat kordinasi dengan lembaga/intansi terkait. Baik dari pemerintah pusat, seperti Kementerian ESDM, Direksi PLN Pusat, Regional Sumatera, Kantor Wilayah maupun seluruh pemerintah provinsi yang ada di sumatera. …



