• Zufan Hafiz

PEKANBARU -- Anggota Komisi II DPRD Kota Pekanbaru, Zulfan Hafiz, menyebutkan bahwa PT Makmur Papan Permata (MPP) selaku pengelola Plaza Sukaramai, dinilai kurang baik dalam menampung para pedagang di Tempat Penampungan Sementara (TPS).

Pernyataan itu dia sampaikan pasca laporan pedagang yang diterimanya secara lisan karena diputusnya listrik yang ada di TPS plaza Sukaramai, sejak 3 hari belakangan ini. Akibatnya, pedagang yang ada di TPS, menjadi terganggu dalam hal jual beli.

"Apa yang dilakukan pedagang itu sudah benar (tidak membayar listrik) ke pengelola. Pemakaian kecil ditagih besar. Harusnya pengelola fair, ini seolah-olah memeras," ucap Zulfan Hafiz, kepada wartawan, Senin, 3 Oktober 2016.

Tidak hanya itu saja, sejak awal, dia melihat banyaknya kejanggalan dan keanehan dalam penampungan pedagang di TPS. Mulai dari laporan adanya jual beli kios di TPS yang bernilai jutaan rupiah hingga pungutan-pungutan lain yang tidak masuk akal.

"Ada 1 kios disewa Rp 4 juta, inikan sudah tidak benar. Kalau memang tidak beres dari awal, harusnya kontrak diputus sejak awal. Pengelola masih terikat kerjasama dengan Pemko. Orang terkena musibah kok diinjak-injak," cetusnya.

Selain itu, dia mendesak Pemko Pekanbaru melalui Dinas Pasar (Dispas) agar menyelesaikan persoalan dan gejolak yang terjadi antara pedagang dan pengelola saat ini.

"Dispas jangan hanya diam saja melihat persoalan ini, karena bagaimanapun pengelola masih terikat kerjasama dengan pemko pekanbaru," ungkapnya.