• Ridwan saat memasang tanda peserta kepada salah seorang perwakilan peserta.

PEKANBARU -- Pemakaian pengunaan Teknologi Informatika dan Komunikasi (TIK) untuk kegiatan belajar mengajar di sekolah dengan media komputer dan internet sudah mencapai 73 persen baik di jenjang SD,SMP, SMA dan SMK.

"Berdasarkan hasil survey salah satu media bahwa sekolah di Riau yang sudah gunakan TIK untuk proses belajar mengajar mencapai 73 persen. Sedang 27 persen lagi sekolah belum gunakan TIK dalam kegiatan belajar mengajar," kata Kasi Pelatihan UPT Pengelolaan SMA Kejuruan dan Akademi Disdikbud Riau H. Ridwan yang mewakili Kadisdikbud Riau saat membuka Workshop Penyusunan dan Pembuatan Media Pembelajaran Berbaisis Teknologi Informasi dan Komunikasi jenjang SD,SMP,SMA dan SMK serta Sekolah Binaan Provinsi Riau, Kamis, 11 Agustus 2016 di Mutiara Merdeka Pekanbaru.

Dengan masih adanya sekolah yang belum memanfaatkan TIK dalam kegiatan belajar mengajar, kata Ridwan, membuat Disdikbud terus mengesa agar sekolah di Riau bisa memanfaatkan TIK untuk belajar mengajar salah satunya dengan melaksanakan pelatihan bagi guru untuk membuat, menyusun media pembelajaran.

"Saat ini pelatihan dibidang pembelajaran di Riau baru dilaksanakan sekitar 20 persen dari jumlah guru yang ada. Kita akan berusaha seluruh guru di Riau bisa memanfaatkan TIK untuk menyanjikan materi pelajaran " kata Ridwan.

Sementara Dra Hj Roffaidah, selaku panitia mengatakan tujuan kegiatan ini agar peserta dapat memahami penyusunan dan pengembangan media pembelajaran. Selain itu, peserta dapat mengembangkan media pembelajaran berbasis TIK yakni menjelaskan konsep pengembangan media pembelajaran berbasis TIK, menjelaskan sumber belajar offair dan online. Menjelaskan jenis media pembelajaran, menjabarkan prosedur langkah pembuat media pembelajaran serta mempraktekan RPP berbasis TIK dalam pembelajaran dikelas.

"Saya harapkan setelah kegiatan ini  guru bisa tampil percaya diri dalam kegiatan belajar mengajar," kata Roffaidah.

Jumlah peserta kegiatan ini, kata Roffaidah, sebanyak 150 orang terdiri dari guru SD 24 orang, SMP 49 orang, SMA 39 orang dan SMK 39 dari 12 kabupaten kota. Sedangkan nara sumber dari Pustekom Kemendikbud Drs Karnadi serta instruktur daerah Jefri Hunter.**(zal)