PEKANBARU -- Arak-arakan dalam rangka memeriahkan HUT Provinsi Riau tahun 2016 diharapkan tidak dijadikan Bakal Calon Kepala Daerah yang ingin bertarung pada Pilkada 2017, sebagai sarana untuk mensosialisasikan diri.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh asisten I Bidang Administrasi Pemerintahan Setdaprov Riau, Ahmadsyah Harrofie,"bagi yang mencalonkan diri dalam pilkada serentak 2017 besok dilarang menggunakan atribut kampanyenya," terangnya kepada wartawan Kamis 4 Agustus 2016 di Pekanbaru.

Hal tersebut dilakukan demi menjaga agar tidak terjadi perselisihan dan kesan kurang baik bagi peserta yang terlibat dalam acara tersebut.

"Kami khawatir saja, ada oknum-oknum tertentu yang memanfaatkan momentum tersebut. Karena dalam acara ini, kami ingin betul-betul merayakan hari jadi Riau," tambahnya.

Ahmadsyah juga menjelaskan bagi calon yang kedapatan menggunakan atribut kampanye akan diberi Sanksi dan teguran. "Kalau ada yang kedapatan akan kita sanksi,"katanya.

Dia khawatir pada saat perayaan Hari Jadi Riau nanti, akan ada banyak lapisan masyarakat yang terlibat dan ikut berpartisipasi. Momentum tersebut nantinya akan sangat rentan terjadinya konflik jika ada pihak tertentu yang memanfaatkan sebagai ajang untuk mencari suara.

Seperti diberitakan sebelumnya, ada banyak rangkaian acara yang akan ditampilkan pada saat perayaan hari jadi Riau yang jatuh pada tanggal 9 Agustus nanti. Diantaranya, selain menggelar upacara dan paripurna di DPRD, akan diselenggarakan festival budaya, karnaval, seminar mendidikan, pameran budaya dan beragam kegiatan lainnya.**(ika)