BAGANSIAPIAPI -- Terjadinya defisit anggaran yang lumayan besar pemerintah bakal mengambil sikap akan merumahkan pegawai honorer terutama yang dinilai tidak aktif dan produktif.

Asisten IV Bidang Administrasi Setdakab Rohil Dahniar di Bagansiapiapi, Kamis 21 Juli 2016, pada Agustus mendatang yakin akan mendapatkan data yang valid jumlah tenaga honor dan tenaga lepas dilingkungan pemkab Rohil.

"Sebab Pemkab Rohil setiap tahun Pharus mengalokasikan anggaran dana sebesar Rp.193 miliar dana yang dibayarkan untuk jasa ribuan tenaga honorer maupun buruh lepas sementara keuangan daerah mengalami penurun yang sangat besar,"katanya.

Dahniar menyebutkan,sebesar itu jumlah tenaga honorer dan buruh lepas Pemkab Rohil maka perlu melakukan intarisasi dan verifikasi.Dahniar mencoba mengakulasikan anggaran APBD Rohil tahun 2016 hanya 1.2 T.sementara untuk gaji Pegawai negeri sipil maka berapa sisa anggaran yang bisa digunakan untuk melanjutkan percepatan sarana dan prasarana pembangunan.

"Tak berimbang itu, dan spertinya tak bisa dipaksakan,kalau untuk PNS punya mekanisme tersendiri, tapi kalau pegawai honor sudah dicantumkan,apabila tak masuk selama 7 hari kerja kita boleh memberhentikan secara sepihak,"jelasnya.

Diakui istri ketua DPRD Rokan Hilir ini, banyaknya tenaga honorer ini untuk memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat,akan tetapi saat ini terjadi penurunan anggaran yang otomatis memberatkan keuangan daerah.

Dalam hal ini Dahniar mencontohkan jumlah tenaga honorer dilingkungan Dinas Kebersihan, Pertamanan dan Pasar sebanyak 1.995 orang  yang ditugaskan diberbagai lokasi yang ada di Bagansiapiapi dan beberapa kecamatan lainnya.**(zai)