RENGAT -- Kepala Dinas Perkebunan Pemerintah Kabupaten Inhu, H Hendrizal melalui Kabid Produksi Paino, mengatakan, cuaca ekstrim elino dan kabut asap pada tahun silam mengakibatkan produksi kelapa sawit menurun sekitar 50 persen sampai dengan 60 persen.

Hal ini disampaikan kepada wartawan ketika dikonfermasi di Pematangreba Selasa 31 Mei 2016, "memang benar akibat cauca ekstrim elino dan bencana kabut asap pada tahun silam menimbulkan produksi kelapa sawit sangat menurun draktis sehingga berpengaruh ekonomi kebutuhan masyarakat petani sawdaya dan manegemen perusahaan," katanya.

Dijelaskannya, bukan hanya saja hasil produksi kebun milik perusahaan perkebunan kelapa sawit yang menurun hingga 50 sampai 60 persen, termasuk juga kebun kelapa sawit swadaya masyarakat juga menurun hingga 60 persen.

Jadi berdasarkan hasil pantauan dilapangan maupun turun langsung ke perusahaan bahwa terjadinya cuaca yang sangat ekstrim elino dan bencana kabut asap pada tahun silam tanaman kebun kelapa sawit baik itu kebun petani sawit swadaya masyarakat maupun kelapa sawit milik perusahaan bunga sawit tidak muncul sehingga produksi sekarang ini kebun kelapa sawit tidak bagus alias produsk menurun secara gratis.

“Memang persoalan  karyawan yang di PHK maupun di rumahkan, bukan urusan dinas perkebunan namun urusan pihak dinas sosial tenaga kerja dan transmigrasi (dinsosnakertrans), akan tetapi menurutnya sebaiknya pihak managemen perusahaan jangan langsung melakukan PHK  dengan alasan produksi sawit menurun,” sebutnya.

"Untuk itu diharapkan kepada managemen perusahaan yang ada di Inhu khususnya perusahaan perkebunan kelapa sawit jangan melakukan PHK tapi karyawan tersebut di rumahkan dulu sampai bulan Agustus mendatang, karena pada bulan Agustus mendatang produksi kelapa sawit akan meningkat kembali," sambungya.**(Ob)