• M Noer MBS

PEKANBARU -- Hingga awal tahun ini Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru belum berhasil menuntaskan pembebasan lahan untuk pelebaran jalan Soebrantas ujung.

Assisten I Sekda Pekanbaru,M Noer MBS mengakui bahwa lambannya proses pembebasan lahan ini dikarenakan banyak hal yang membuat Pemko Pekanbaru tidak cepat memprosesnya.

"Lambannya proses pembebasan ini dikarenakan sulitnya untuk menemui pemilik lahan, disamping itu adanya lahan yang sedang bersengketa atau tidak dimiliki oleh satu orang saja. Semula kita memang sudah target selesai tahun lalu, tapi ternyata tidak bisa terwujud,"terangnya.

Menurut M Nur, tim Pemko sudah berusaha melakukan pendekatan. Namun, sampai saat ini masih belum membuahkan hasil. Meskipun demikian, tahun ini pemko kembali  berupaya agar pembebasan lahan jalan Subrantas dapat secepatnya dituntas.

"Sekarang ini masih ada sekitar 10 persil lagi yang belum jelas pembebasannya,"kata M Nur.

M.Noer menambahkan, secara prinsip agar tidak menghambat program pembangunan. Pemko Pekanbaru akan mengambil langkah tegas dengan menitipkan dana
ganti rugi melalui pengadilan.

"Jika ternyata pemilik lahan masih tetap tidak bersedia membebaskan lahnnya. Maka kita akan  menitipkan dana ganti rugi melalui pengadilan,"ungkapnya.

M. Noer juga berharap agar pemerintah Provinsi dapat segera merealisasikan pelebaran jalan Subrantas di tahun ini. Hal ini dimaksudkan agar pemilik lahan yang tidak bersedia lahannya dibebaskan bisa tergerak dan bersedia diganti rugi.

"Kalau bisa pemerintah provinsi langsung saja segerakan pembangunan pelebaran jalan untuk lahan yang sudah dibebaskan Pemko. Supaya nampak mana yang sudah dan belum. Kalau sudah nampak jalan yang dilebarkan tentu pemilik lahan yang masih bertahan akan berpikir,"tutupnya.**(saf)