• Asisten tata Praja Hj,Dra. Umi Kalsum saat membaca pidato Pj Bupati Berngkalis pada acara Bimtek Analisa Jabatan dan Analisa Beban Kerja.

BENGKALIS -- Pemerintah Kabupaten melalui Bagian Organisasi Setda Kabupaten Bengkalis melaksanakan Bimtek Analisa Jabatan dan Analisa Beban Kerja di buka oleh  Pj Bupati Bengkalis  yang diwakili oleh Asisten I  Hj Dra Umi Kalsum dan di ikuti oleh Sebanyak 60 pegawai negeri sipil (PNS) pada masing-masing Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) se Kabupaten Bengkalis mengikuti Bimbingan Teknis Analisis Jabatan dan Analisis Beban Kerja diPantai Marina Hotel, Senin 21 Desember 2015.

Dalam sambutan tertulis yang dibacakan Asisten tata Praja Hj,Dra. Umi Kalsum  seiring dengan bergulirnya reformasi birokrasi di lingkungan pemerintah daerah dan terbitnya uu nomor 5 tahun 2014 tentang aparatur sipil negara serta uu nomor 23 tahun 2014 tentang pemerintah daerah, maka perlu melakukan pembaharuan dan perubahan mendasar terhadap sistem penyelenggaraan pemerintahan terutama menyangkut aspek kelembagaan (organisasi), sumber daya manusia aparatur dan ketatalaksanaan (business process).

Dalam penataan kepegawaian, tentunya membutuhkan informasi dasar jabatan yang diperoleh melalui analisis jabatan. oleh karena itu, langkah pertama yang harus dilakukan adalah melakukan analisis jabatan dan analisis beban kerja. tujuannya, memperoleh informasi tentang karakteristik pekerjaan di setiap unit kerja, khususnya di kecamatan dan kelurahan, yang selanjutnya dirumuskan atau diformulasikan menjadi jabatan.

"Atas dasar pemikiran tersebut, dan dalam mendukung terwujudnya tata pemerintahan yang baik, pemerintah telah mengoordinasikan penyusunan dan pelaksanaan program reformasi birokrasi. program tersebut bertujuan meningkatkan daya guna, hasil guna, transparansi, dan akuntabilitas penyelenggaraan pemerintahan. salah satu fokus terpenting pencapaian sasaran reformasi birokrasi itu adalah penataan pegawai negeri sipil (PNS)," katanya.

Perlu kami tegaskan, analisis dan evaluasi jabatan bukanlah analisis pribadi atau individu personel dalam jabatan, tetapi merupakan analisis teknis berkenaan karakteristik jabatan tersebut. oleh karena itu, analisis jabatan seharusnya memuat informasi akurat tentang nama dan karakteristik jabatan, uraian tugas dan kegiatan, wewenang dan tanggung jawab, kedudukan dan pola hubungan kerja, perangkat pendukung yang diperlukan, dimensi dan risiko jabatan.