• Malian Gazali SP

TEMBILAHAN - DPRD Inhil terus menyoroti Kebijakan Umum Anggaran (KUA), Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) untuk tahun anggaran 2016 yang diserahkan eksekutif baru-baru ini.

Hal yang paling utama yang dikritisi wakil rakyat, terkait minimnya anggaran yang dialokasikan untuk sektor unggulan seperti pertanian, perkebunan dan perikanan. Padahal sektor itu adalah kontributor utama PAD dan bersentuhan langsung dengan masyarakat dalam menggerakkan roda perekonomian.

Seperti yang diungkapkan oleh Ketua Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Malian Gazali SP, kepada media ini Minggu, 22 Nopember 2015, melalui telphon seluluernya. 

"Di dalam KUA dijelaskan sektor pertanian, perkebunan dan perikanan adalah sektor unggulan dan menjadi penyumbang terbesar PAD Inhil. Sayangnya di PPAS anggaran untuk itu minim dan turun sampai 50 persen dari tahun sebelumnya. Ini membuat KUA PPAS yang diusulkan seperti tidak sinkron," ujar politisi PPP asal Belantaraya tersebut.

Malian menambahkan, dirinya tidak mengerti dengan cara berpikir pihak eksekutif. Meskinya, kalau memang bagian yang telah disebutkan di atas tadi jadi unggulan, harus juga didukung dengan anggaran yang memadai.

Bahkan yang terlihat pada KUA PPAS kemaren, anggaran untuk promosi, expo dan konsultasi maupun perjalanan dinas pihak SKPD yang lebih besar mengalahkan kegiatannya di lapangan, termasuk sektor unggulan tadi.

Untuk itu, Komisi II akan merekomendasikan nantinya kepada Banggar, agar SKPD menaikkan anggaran sektor tersebut. "Kalau tidak diperbaiki dan ditingkatkan anggaran untuk sektor unggulan, anggaran APBD Inhil telah menyimpang dari RPJM," jelasnya. ** (Adv /dewan/ Suf)