• Syafril Tamun

PEKANBARU -- Kabar gembira bagi siswa yang saat ini harus menggunakan sampan berangkat kesekolah dikarenakan ambruknya jembatan Reteh Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) beberapa waktu lalu. Hari ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau membawa ponton, untuk sarana transportasi bagi mereka untuk bersekolah.

Menurut Kepala Dinas Bina Marga Riau Syafril Tamun, ponton yang dibawa ke Inhil tersebut sebanyak dua unit, yang satunya lagi akan digunakan sebagai sarana membawa kelengkapan utnuk memperbaiki jembatan.

"Hari ini, dua Ponton yang berada di Siak akan dibawa ke Inhil. Satu digunakan untuk transportasi anak-anak sekolah, dan satunya untuk pekerja yang memperbaiki jembatan," kata Syafril kepada wartawan, Selasa 10 Nopember 2015, usai mengikuti upacara Hari Pahlawan.

Dia menjelaskan, untuk perbaikan jembatan tersebut akan menggunakan Dana Tak Terduga (DTT) yang diserahkan sekretariat Pemprov ke Dinas Bina Marga. "Dananya sebesar Rp 1,1 Miliar," jelasnya.

Syafril menambahkan, untuk tahun 2016 mendatang, akan dianggarkan untuk pembangunan jembatan tersebut secara permanen. "Mungkin akan menggunakan sistem multy year, karena untuk membangun permanen, membutuhkan dana sekitar Rp 100 miliar, untuk tahun 2016, akan kita ajukan sebsar Rp 25 miliar," ungkapnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, peristiwa abruknya jembatan Reteh terjadi KAmis 29 Oktober 2015 sekira pukul 17.00 WIB Kamis 29, saat kejadian jembatan tersebut tengah ramai oleh warga yang melintas.

Jembatan yang kira-kira dibangun pada tahun 1994 atau 1995 itu ialah satu-satunya jembatan yang menghubungkan Ibukota kabupaten Inhil yaitu Tembilahan ke berbagai kecamatan yaitu kecamatan Keritang, kemuning, serta ke jalur Lintas Utara.**(mad)