Gaungriau.com -- Universitas Muhammadiyah Riau (Umri) secara konsisten memperkuat dedikasinya dalam menciptakan tempat kerja yang aman, sehat, dan berkelanjutan dengan mengadakan Pelatihan Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan (K3L) bagi para laboran dan teknisi di lingkungan UMRI. Acara ini dihadiri oleh tiga puluh lima peserta dan berlangsung pada Rabu 29 Juli 2026 di Kampus Utama Umri, Jalan Tuanku Tambusai, Pekanbaru.

Acara pelatihan dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor II Umri, Dr Baidarus, MM MAg., yang menghadirkan tiga pembicara yang berpengalaman di bidang keselamatan dan teknik, termasuk Ketua Deputi Kerja Sama Pengurus Wilayah Persatuan Insinyur Indonesia (PII), Ir Karnoto Gondo Suwandiko, ST MM., Kepala Bidang Pengawasan Ketenagakerjaan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Riau, Dr Ir Rival Lino, ST MT IPU ASEAN Eng., serta Dekan Fakultas Teknik Umri, Dr Ir Indra Hasan, ST MT IPU ASEAN Eng.

Topik yang disampaikan mencakup dasar-dasar Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan (K3L), tugas pengawasan ketenagakerjaan dalam membangun budaya K3L di lab, serta cara menciptakan budaya K3L sebagai elemen penting dalam pengelolaan laboratorium secara profesional.

Dalam pidatonya, Wakil Rektor II Umri, Dr Baidarus, menekankan bahwa aspek keselamatan kerja adalah komponen penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi, terutama dalam proses pembelajaran, penelitian, dan pengabdian yang memanfaatkan fasilitas laboratorium.

"Laboratorium merupakan pusat dari berbagai kegiatan akademis di institusi pendidikan tinggi. Oleh karena itu, penerapan budaya K3L harus menjadi kesepakatan bersama, lebih dari sekadar memenuhi aturan, tetapi menjadi bagian dari karakter dan budaya kerja semua anggota akademika. Melalui pelatihan ini, kami berharap agar kemampuan laboran dan teknisi semakin tinggi sehingga dapat menciptakan suasana laboratorium yang aman, nyaman, dan produktif," tutup Dr. Baidarus.

Sementara, Ketua Panitia Pelaksana, Raja Suci Harlizah, SE MM., mengatakan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari upaya peningkatan kapasitas sumber daya manusia yang mengelola laboratorium di lingkungan Umri.

"Laboran dan teknisi memiliki peran strategis dalam mendukung mutu layanan laboratorium. Oleh karena itu, pemahaman mengenai K3L harus terus diperkuat agar setiap aktivitas laboratorium berjalan sesuai standar keselamatan, meminimalkan risiko kecelakaan kerja, serta mendukung terciptanya budaya kerja yang profesional dan berkelanjutan," ungkap Raja Suci yang juga merupakan Kepala Biro Sumber Daya Manusia dan Umum Umri.

Melalui pelatihan ini, peserta tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai regulasi dan konsep dasar K3L, tetapi juga mendapatkan wawasan praktis mengenai implementasi standar keselamatan di laboratorium, pengawasan ketenagakerjaan, serta pentingnya membangun budaya keselamatan yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan.

Umri berharap kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam memperkuat sistem pengelolaan laboratorium yang memenuhi standar keselamatan dan kesehatan kerja, sekaligus mendukung terwujudnya tata kelola perguruan tinggi yang unggul, profesional, dan berdaya saing di tingkat nasional maupun internasional.***