Gaungriau.com -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rokan Hilir (Rohil) terus mencari terobosan untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat. Salah satu langkah yang ditempuh adalah menjajaki pengelolaan sumur minyak tua bersama Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi (LEMIGAS).

Komitmen itu ditunjukkan Bupati Rokan Hilir, H Bistamam, saat melakukan audiensi ke Kantor LEMIGAS di Jakarta, Selasa 7 Juli 2026. Dalam kunjungan tersebut, Bupati didampingi jajaran direksi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Sarana Pembangunan Rokan Hilir (SPRH) serta Anggota Komisi X DPR RI asal Riau, Dr. Hj. Karmila Sari, S.Kom., M.M.

"Alhamdulillah, hari ini saya bersama manajemen SPRH melaksanakan audiensi di LEMIGAS Jakarta, didampingi langsung oleh Anggota DPR RI, Ibu Dr. Hj. Karmila Sari," ujar Bistamam.

Dalam pertemuan itu, Pemkab Rohil memaparkan potensi pengelolaan sumur tua di wilayah Rokan Hilir. Program tersebut diharapkan menjadi langkah strategis untuk menghidupkan kembali sumur-sumur minyak yang tidak lagi berproduksi secara optimal, sehingga mampu memberikan nilai tambah bagi daerah.

Bistamam menjelaskan, pengelolaan sumur tua memiliki dasar hukum melalui Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 1 Tahun 2008 yang membuka peluang bagi koperasi maupun BUMD untuk mengelola sumur tua dan memanfaatkan sisa cadangan minyak bumi yang masih tersedia.

Menurutnya, pemanfaatan potensi tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan PAD, tetapi juga menciptakan lapangan kerja baru dan menggerakkan perekonomian masyarakat di sekitar wilayah operasi.

"Ini adalah langkah nyata untuk mengoptimalkan kekayaan alam yang dimiliki Rokan Hilir demi kemakmuran masyarakat. Potensi yang ada tidak boleh dibiarkan begitu saja, tetapi harus mampu menjadi penggerak ekonomi daerah," tegasnya.

Dalam rencana kerja sama itu, LEMIGAS diharapkan memberikan dukungan berupa kajian teknis, pengujian laboratorium, hingga pemetaan potensi sumur tua secara komprehensif. Kajian tersebut dinilai penting agar proses pengelolaan dapat dilakukan secara aman, efektif, dan sesuai ketentuan.

Bupati berharap sinergi antara Pemkab Rohil, PT SPRH, LEMIGAS, serta dukungan pemerintah pusat melalui DPR RI dapat mempercepat realisasi program tersebut.

"Kami berharap kolaborasi antara Pemkab, SPRH, LEMIGAS, serta dukungan DPR RI dapat mempercepat pelaksanaan program ini. Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci untuk mewujudkan pengelolaan sumber daya alam yang memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,"ujarnya.

Menutup keterangannya, Bistamam mengajak seluruh masyarakat Rokan Hilir untuk mendukung upaya tersebut agar berjalan lancar dan mampu memberikan dampak nyata bagi pembangunan daerah.

"Mohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat Rokan Hilir agar proses ini berjalan lancar dan membawa manfaat bagi kemajuan daerah serta kesejahteraan masyarakat," pungkasnya (diskominfotiks)