Gaungriau.com -- Pemerintah daerah Kabupaten Bengkalis berkomitmen untuk tetap waspada dalam mempertahankan posisi teratas di kompetisi Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) pada level Provinsi Riau.

Untuk meraih gelar juara umum secara berturut-turut yang keempat kali, Pemkab Bengkalis segera mempercepat persiapan dengan menyelenggarakan Training Center (TC) untuk semua kafilah yang akan berpartisipasi dalam MTQ Ke-44 Provinsi Riau yang diadakan di Kabupaten Kuantan Singingi.

TC yang berlangsung di Hotel Marina Bengkalis ini secara resmi dibuka Senin 22 Juni 2026 oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Bengkalis, Ed Efendi, yang mewakili Bupati Bengkalis, Kasmarni.

Suasana pembukaan berlangsung khidmat namun penuh semangat. Penampilan memukau regu Syarhil Qur'an putra sukses menyedot perhatian dan menuai tepuk tangan dari para tamu undangan serta peserta yang hadir.


Dalam sambutan tertulis Bupati Kasmarni yang dibacakannya, Ed Efendi menegaskan bahwa TC merupakan tahapan penting untuk mematangkan kemampuan para peserta sebelum bertarung di arena MTQ Provinsi Riau.


"Ibu Bupati memberikan perhatian khusus terhadap persiapan ini. Beliau berharap piala juara umum tetap bertahan di Negeri Junjungan. Karena itu, seluruh peserta harus mengikuti pembinaan ini dengan sungguh-sungguh dan penuh disiplin," ujar Ed.


Ketua Harian LPTQ Kabupaten Bengkalis itu juga mengingatkan peserta agar menjaga kondisi fisik dan kesehatan selama masa pelatihan.
Bahkan dengan nada bercanda, ia sempat menyinggung musim durian yang saat ini sedang berlangsung di Bengkalis.


"Terutama yang mengandalkan kualitas suara, tolong jaga kesehatan. Sekarang musim durian, tahan dulu makan duriannya supaya suara tetap prima," katanya yang langsung disambut gelak tawa dan senyum para peserta.

Selain kesiapan fisik, Ed Efendi juga menekankan pentingnya kekuatan mental. Ia meminta seluruh peserta tidak merasa inferior menghadapi daerah lain yang juga memiliki persiapan matang.


Menurutnya, kualitas generasi muda Bengkalis justru telah diakui di tingkat provinsi. Bahkan tidak sedikit daerah lain yang mencoba merekrut anak-anak berprestasi asal Bengkalis untuk memperkuat kafilah mereka.


"Jangan minder. Anak-anak Bengkalis punya kemampuan yang luar biasa. Mari tunjukkan bahwa kita mampu bersaing dan memberikan yang terbaik untuk daerah," pesannya.


Sementara itu, Kepala Bagian Kesra Setda Bengkalis, H. Irwan, mengungkapkan fakta membanggakan di balik persiapan MTQ tahun ini.
Sebanyak 70 peserta yang mengikuti Training Center merupakan putra-putri asli Kabupaten Bengkalis yang lahir, tumbuh, dan dibina melalui proses kaderisasi daerah.


"Mereka adalah anak-anak tempatan, putra-putri asli watan Kabupaten Bengkalis. Mereka bukan peserta yang didatangkan dari luar, bukan pula prestasi yang dibeli untuk mengejar gengsi sesaat," tegas Irwan.


Menurutnya, para peserta tersebut merupakan hasil pembinaan berjenjang dari surau, masjid, rumah tahfiz hingga pondok pesantren yang tersebar di wilayah Kabupaten Bengkalis.


Karena itu, keberhasilan mereka nantinya bukan hanya menjadi kebanggaan pemerintah daerah, tetapi juga menjadi bukti bahwa pembinaan lokal mampu melahirkan generasi Qurani yang kompetitif di tingkat provinsi.


"Di pundak merekalah kita titipkan harapan besar masyarakat Bengkalis. Kita ingin membuktikan bahwa anak watan mampu berdiri sama tinggi, duduk sama rendah, bahkan menjadi yang terbaik di Provinsi Riau," ujarnya penuh optimisme.


Training Center MTQ Bengkalis dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai 22 hingga 24 Juni 2026. Setelah menjalani pembinaan intensif, seluruh kafilah dan tim pendamping akan bertolak ke Kabupaten Kuantan Singingi pada 25 Juni mendatang untuk mengikuti perhelatan MTQ Ke-44 Tingkat Provinsi Riau.


Kini, harapan Negeri Junjungan kembali bertumpu pada 70 anak watan yang siap membawa nama Bengkalis berkibar di panggung MTQ Riau 2026. Dengan persiapan matang dan dukungan penuh pemerintah daerah, target mempertahankan mahkota juara umum pun semakin terbuka lebar.(inf)