Gaungriau.com -- Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Bengkalis mengambil langkah strategis dalam memperkuat nilai-nilai kebangsaan, politik, ketahanan, dan kewaspadaan nasional bagi generasi muda.

Langkah tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Rapat Koordinasi (Rakor) persiapan Program Kelas Kebangsaan yang digelar pada Rabu 3 November 2025 di ruang pertemuan lantai II Kantor Kesbangpol Bengkalis. Kegiatan ini dibuka langsung oleh Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Bengkalis, H. Suwarto.

https://gaungriau.com/gambar/foto/3789897557.jpg

Rakor tersebut dihadiri oleh berbagai elemen strategis, di antaranya perwakilan perguruan tinggi, kepala sekolah SMA/sederajat, Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM), Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), serta Forum Pembauran Kebangsaan (FPK).

Dalam sambutannya, H. Suwarto menegaskan pentingnya Rakor ini sebagai wadah menyatukan persepsi dan menyepakati mekanisme pelaksanaan Program Kelas Kebangsaan, baik di lingkungan sekolah maupun perguruan tinggi.

https://gaungriau.com/gambar/foto/7884181901.jpg

“Apalagi saat ini generasi Z sangat perlu diberikan pembekalan kebangsaan, politik, ketahanan, dan kewaspadaan agar tidak mudah terpengaruh oleh perilaku menyimpang yang dapat merusak tatanan kebangsaan,” ujar Suwarto.

Ia juga menyoroti maraknya kasus kenakalan remaja yang belakangan terjadi, mulai dari pelajar SMA, mahasiswa, hingga siswa tingkat SMP. Menurutnya, kondisi tersebut harus menjadi perhatian serius semua pihak agar dapat diantisipasi sejak dini, khususnya di Kabupaten Bengkalis.

“Ini menjadi alarm bagi kita bersama. Program Kelas Kebangsaan diharapkan menjadi salah satu upaya konkret dalam membentengi generasi muda dari pengaruh negatif,” imbuhnya.

https://gaungriau.com/gambar/foto/5433088485.jpg

Lebih lanjut, Suwarto menyebutkan bahwa Program Kelas Kebangsaan dirancang sebagai benteng ideologi di tengah derasnya arus teknologi dan informasi saat ini. Ia menekankan pentingnya penanaman wawasan kebangsaan, semangat bela negara, serta pemahaman terhadap Pancasila dan UUD 1945.

“Kita harus memastikan generasi Z tidak menjadi korban hoaks atau paham-paham radikal yang memanfaatkan minimnya pemahaman ideologi kebangsaan. Sinergi antara Kesbangpol, sekolah, dan kampus menjadi kunci utama keberhasilan program ini,” tegasnya.

https://gaungriau.com/gambar/foto/5089144832.jpg

Dari hasil Rakor, seluruh perwakilan perguruan tinggi, sekolah, dan forum kemasyarakatan menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Program Kelas Kebangsaan. Bahkan, program ini diharapkan tidak hanya dilaksanakan sekali atau dua kali, melainkan dapat berjalan secara berkelanjutan.

Adapun peserta Rakor terdiri dari perwakilan 10 SLTA, 3 perguruan tinggi, 3 forum kemasyarakatan sebagai mitra Kesbangpol, serta jajaran pejabat di lingkungan Badan Kesbangpol Kabupaten Bengkalis. (Inf)