• Ilustrasi pembelajaran biologi berbasis STEAM (dibuat dengan menggunakan AI)

PELAJARAN biologi sering kali dianggap sebagai mata pelajaran yang penuh istilah ilmiah dan menuntut banyak hafalan. Di banyak kelas SMA, proses pembelajaran masih didominasi olehpenjelasan guru dan kegiatan mencatat materi. Siswa mempelajari konsep yang terdapat di buku, lalu mengingatnya kembali ketika ujian berlangsung. Akibatnya, biologi sering dipahami hanya sebagai kumpulan teori, bukan sebagai ilmu yang menjelaskan kehidupan di sekitar kita.

Padahal, biologi merupakan ilmu yang sangat dekat dengan kehidupan sehari hari. Prosespernapasan, pertumbuhan tanaman, hingga berbagai perubahan lingkungan dapat dijelaskanmelalui konsep biologi. Ketika siswa mampu menghubungkan konsep yang dipelajari denganfenomena nyata, pembelajaran akan menjadi lebih bermakna dan menarik. Namun hal ini sulittercapai apabila proses belajar masih berfokus pada penyampaian materi secara satu arah.

Di tengah perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat, pendidikandituntut untuk menghadirkan pembelajaran yang mampu menumbuhkan kemampuan berpikirtingkat tinggi. Siswa tidak hanya perlu memahami konsep, tetapi juga harus mampu menganalisis informasi, memecahkan masalah, serta menemukan solusi terhadap berbagaipersoalan yang dihadapi masyarakat.

Salah satu pendekatan yang mulai banyak diterapkan untuk menjawab tantangan tersebutadalah pembelajaran berbasis STEAM yang mengintegrasikan science, technology,engineering, art, dan mathematics. Pendekatan ini memberikan kesempatan kepada siswauntuk mempelajari konsep sains melalui kegiatan eksplorasi, penyelidikan, serta pemecahanmasalah yang berkaitan dengan kehidupan nyata.

Dalam pembelajaran biologi, pendekatan STEAM dapat menghadirkan pengalaman belajaryang lebih kontekstual. Siswa tidak hanya mempelajari teori, tetapi juga diajak untuk mengamati fenomena alam, melakukan percobaan sederhana, serta menganalisis hasilpengamatan yang mereka lakukan. Proses ini membantu siswa membangun pemahamankonsep secara lebih mendalam karena mereka terlibat langsung dalam kegiatan pembelajaran.

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa pendekatan STEAM mampu memberikan dampak
positif terhadap hasil belajar siswa. Mulyono et al. (2025) menyatakan bahwa penerapanpendekatan STEM dalam pembelajaran biologi dapat meningkatkan minat belajar serta pemahaman konsep siswa. Ketika siswa terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran,mereka lebih mudah menghubungkan konsep yang dipelajari dengan fenomena kehidupansehari hari.

Temuan tersebut sejalan dengan penelitian Panggau et al. (2025) yang menjelaskan bahwapembelajaran berbasis STEM mampu menciptakan pengalaman belajar yang lebih bermaknakarena siswa terlibat dalam kegiatan eksplorasi dan penyelidikan ilmiah. Melalui kegiatantersebut siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga belajar mengembangkan kemampuan berpikir kritis dalam menganalisis berbagai fenomena kehidupan.

Kemampuan berpikir kritis merupakan salah satu kompetensi penting dalam pembelajaransains. Dalam kehidupan sehari hari siswa sering dihadapkan pada berbagai persoalan yangmembutuhkan kemampuan analisis dan penalaran yang baik. Oleh karena itu pembelajaran
perlu dirancang agar mampu melatih siswa untuk memecahkan masalah secara ilmiah.

Hal ini sejalan dengan pendapat Husain et al. (2024) yang menyatakan bahwa integrasipembelajaran berbasis STEM dengan model Problem Based Learning dapat mendorong siswauntuk berpikir kritis dalam menyelesaikan berbagai permasalahan yang berkaitan denganfenomena kehidupan. Melalui pembelajaran yang berorientasi pada masalah, siswa didoronguntuk mengidentifikasi persoalan, mencari informasi yang relevan, serta merancang solusiberdasarkan konsep yang telah dipelajari.

Selain meningkatkan kemampuan berpikir kritis, pendekatan STEAM juga dapat meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. Pandiangan et al. (2025) menjelaskan bahwa integrasi STEM dalam pembelajaran biologi membuat siswa lebih aktifdalam kegiatan diskusi, eksplorasi ide, serta analisis masalah. Pembelajaran yang melibatkansiswa secara aktif dapat meningkatkan motivasi belajar sekaligus membantu merekamemahami konsep secara lebih mendalam.

Pendekatan ini juga dapat dipadukan dengan model pembelajaran berbasis proyek yangmemberikan pengalaman belajar yang lebih nyata. Sanak et al. (2025) menyatakan bahwapenerapan STEM melalui Project Based Learning mampu meningkatkan pemahaman konsepbiologi karena siswa terlibat langsung dalam kegiatan penyelidikan, perancangan solusi, sertapenyajian hasil proyek yang mereka kerjakan.

Melalui kegiatan proyek siswa tidak hanya belajar memahami konsep biologi, tetapi jugamengembangkan keterampilan penting seperti kerja sama, komunikasi ilmiah, serta kreativitasdalam memecahkan masalah. Pembelajaran seperti ini membuat biologi tidak lagi dipahamisebagai kumpulan teori, tetapi sebagai ilmu yang dapat digunakan untuk memahami berbagaifenomena kehidupan.

Dengan demikian, pembelajaran biologi di sekolah perlu terus berkembang agar mampu menjawab tuntutan zaman. Pendekatan STEAM memberikan peluang bagi guru untukmenciptakan proses pembelajaran yang lebih inovatif, menantang, dan bermakna bagi siswa. Ketika siswa diajak untuk mengeksplorasi, menganalisis, dan memecahkan masalah secara ilmiah, mereka tidak hanya memahami konsep biologi, tetapi juga mengembangkankemampuan berpikir kritis yang sangat dibutuhkan di masa depan.

Melalui pembelajaran yang lebih kontekstual dan interaktif, ruang kelas dapat berubahmenjadi tempat yang mendorong rasa ingin tahu serta kreativitas siswa. Dari proses belajar seperti inilah diharapkan lahir generasi yang tidak hanya memahami ilmu kehidupan, tetapijuga mampu menggunakan pengetahuan tersebut untuk menghadapi berbagai tantangan dimasa depan.*

DAFTAR PUSTAKA
Hana Sanak, Y., & Trisianawati, E. (2025). Penerapan STEM Melalui Project Based Learning
Terhadap Hasil Belajar Kognitif Peserta Didik Pada Materi Virus Kelas X. Jurnal
Pendidikan Biologi, 8(2). https://doi.org/10.30631/edubio.v8i2.170
Mulyono, Y., Lestari, D. P., & Hasanah, M. H. (2025). Pengaruh Pendekatan STEM Terhadap
Minat Dan Hasil Belajar Biologi Siswa : Studi Kasus Kuantitatif Di SMAN 3 Palangka
Raya. MetaBio : Jurnal Pendidikan, 7(1).
Panggau, S., Irma Suryani, A., Biologi, P., & Negeri Makassar, U. (2025). Penerapan
Pendekatan STEM dalam Meningkatkan Hasil Belajar Biologi di Kelas X SMA Negeri 8
Makassar. BioTeach: Biology Science and Biology Education Journal
Journal.Ininnawaparaedu.Com, 02(02).
Patricia Pandiangan, P., Lumbantoruan, L., Br Kaban, H., Yani Ndaha, G., Raja Oloan
Sihotang, J., Fahmy Dalimunthe, S., Studi Pendidikan Biologi, P., & Matematika dan Ilmu
Pengetahuan Alam, F. (2025). Strategi Pembelajaran Berbasis STEM Dalam
Meningkatkan Minat dan Hasil Belajar Biologi Siswa SMA. MESIR: Journal of
Management Education Social Sciences Information and Religion, 2(1).
Shadiq Husain, N., Hidayati Utami, N., Mangkurat, L., & Selatan, K. (2024). Pengaruh
Penerapan Model Problem Based Learning (PBL) Berbasis STEM Pada Materi Sub
Konsep Perubahan Lingkungan Terhadap Hasil Belajar Peserta Didik Kelas X SMAN 11
Banjarmasin.
Tunjuk Ajar:
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan,
7(1).
https://doi.org/10.31258/jta.v7i1.128-141