Gaungriau.com --Ribuan jemaah menghadiri acara Tabligh Akbar, yang merupakan puncak dari rangkaian kegiatan Ceria Ramadan 1447 Hijriah di Universitas Muhammadiyah Riau (Umri). Acara yang diadakan di Kampus Utama Umri pada hari Jumat 13 Maret 2026 menjelang waktu berbuka puasa, berlangsung dengan penuh kesakralan dan keakraban.

Pada Tabligh Akbar ini, penceramah yang diundang adalah Drs H Hajriyanto Y. Thohari, MA., yang merupakan Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan sebelumnya pernah menjabat sebagai Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia di Lebanon dan juga pernah menjadi Wakil Ketua MPR RI.

Selama acara itu, Umri memberikan bantuan kepada 1.500 orang yang membutuhkan, serta mengumumkan dan menyerahkan hadiah kepada para pemenang Kompetisi Internasional Hifz Qur’an (MHQ) Umri 2026.

Acara tersebut juga dihadiri oleh Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, Ir H SF Hariyanto, MT., Staf Ahli Menteri di Bidang Kebijakan Publik Kementerian Koperasi Republik Indonesia, Dr Koko Haryono, juga jajaran Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Riau, Badan Pembina Harian Umri, Rektor dan sivitas akademika Umri, Badan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Riau, Baznas Provinsi Riau dan Kota Pekanbaru, mitra kerja Umri, serta masyarakat umum.

Rektor Umri, Dr H Saidul Amin, MA., menyatakan bahwa tabligh akbar dan penyaluran bantuan adalah program tahunan yang dilaksanakan setiap bulan Ramadan.

"Tahun ini, kegiatan diawali dengan International Musabaqah Hifzil Al-Qur’an yang diikuti oleh 93 peserta dari 11 negara, termasuk Turki, Somalia, Malaysia, dan Thailand," ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa acara ini menggambarkan komitmen Umri untuk tetap berkontribusi kepada masyarakat, tidak hanya melalui pendidikan, tetapi juga lewat kegiatan sosial dan kemanusiaan yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat.

Lebih lanjut, Rektor Umri mengungkapkan bahwa saat ini Umri telah berusia 17 tahun dengan jumlah mahasiswa mencapai 14.000 orang.

"Saat ini, Umri memiliki 9 fakultas, 1 sekolah pascasarjana, dan 30 program studi. Sebanyak 10 program studi telah mendapatkan akreditasi Unggul. Kami percaya pada tahun 2026 ini, Umri bisa meraih akreditasi institusi Unggul," tuturnya. Saidul Amin juga menjabat sebagai Ketua Umum MUI Provinsi Riau.

Pada kesempatan yang sama juga dilakukan peluncuran Koperasi Syariah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Riau, yang diharapkan menjadi salah satu penggerak ekonomi berbasis koperasi di daerah.

Staf Ahli Menteri Bidang Kebijakan Publik Kementerian Koperasi RI, Dr Koko Haryono, menyampaikan bahwa Muhammadiyah selama ini dikenal sebagai gerakan pembaruan Islam yang aktif dalam pemberdayaan masyarakat.

“Semangat Muhammadiyah sejalan dengan prinsip koperasi yang menekankan gotong royong dan saling menguatkan,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi peluncuran Koperasi Syariah MUI Provinsi Riau sebagai wadah pemberdayaan ekonomi umat. Selain itu, ia menilai komitmen Plt Gubernur Riau dalam mendorong percepatan pelaksanaan Program Koperasi Merah Putih patut diapresiasi.

Sementara, Plt Gubernur Riau SF Hariyanto menyampaikan rasa syukur dapat hadir dalam kegiatan yang sarat nilai silaturahim dan kepedulian sosial tersebut.

“Alhamdulillah kita dapat hadir bersama dalam suasana ukhuwah dan kepedulian sosial melalui tabligh akbar serta penyerahan santunan kepada 1.500 dhuafa yang diselenggarakan oleh Universitas Muhammadiyah Riau,” ujarnya.

Ia menilai Muhammadiyah telah lama menjadi bagian penting dalam pembangunan masyarakat di Provinsi Riau, melalui kontribusi di bidang pendidikan, kesehatan, dakwah sosial, dan pemberdayaan masyarakat.

“Bagi kami di Pemerintah Provinsi Riau, Muhammadiyah telah memberikan kontribusi besar dalam berbagai bidang kehidupan masyarakat,” katanya.

Ia juga menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Riau dalam mendukung pengembangan pendidikan tinggi, salah satunya melalui program beasiswa bagi mahasiswa.

“Pada Tahun Anggaran 2026, Pemerintah Provinsi Riau menyiapkan anggaran beasiswa sebesar Rp62 miliar bagi anak-anak Riau yang melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi,” jelasnya.

Dalam ceramahnya, Hajriyanto Y. Thohari mengaku bangga melihat perkembangan Umri yang dinilainya sangat pesat. Ia menegaskan bahwa kemajuan suatu bangsa sangat bergantung pada kekuatan universitasnya.

“Jika sebuah bangsa ingin maju, maka bangsa tersebut harus membangun universitas yang kuat, karena universitas adalah lokomotif kemajuan,” ujarnya.

Ia mencontohkan Singapura yang memiliki universitas berperingkat tinggi di Asia dan dunia, sehingga mampu mendorong kemajuan negaranya. Karena itu, ia berharap Umri dapat berkembang menjadi lembaga pendidikan Muhammadiyah yang semakin maju dan mampu memberikan beasiswa kepada mahasiswa dari berbagai negara.

“Mudah-mudahan Umri tumbuh semakin besar dan kuat serta membawa manfaat bagi masyarakat Riau. Umri hadir dari umat untuk bangsa, tanpa membedakan latar belakang apa pun,” tutupnya.***