• Rektor Saidul Amin saat menyampaikan sambutan saat membuk acara

Gaungriau.com -- Universitas Muhammadiyah Riau (Umri) resmi menggelar babak Grand Final International Hifz Qur'an Competition (MHQ) 2026. Ajang bergengsi yang mempertandingkan kategori hafalan 10 juz dan 30 juz ini diikuti oleh para hafiz dan hafizah terbaik dari berbagai perguruan tinggi, baik dari dalam negeri maupun mancanegara.

Kegiatan yang diselenggarakan di Auditorium Kampus Utama Umri, Jalan Tuanku Tambusai, Pekanbaru, tersebut dibuka secara resmi oleh Rektor Umri, Dr. Saidul Amin, MA. Dalam sambutannya yang berlangsung khidmat, ia menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh peserta yang disebutnya sebagai para pembawa Kitabullah.

“Selamat datang kepada para tamu undangan yang terhormat dan kepada para pembawa Kitabullah. Selamat kepada para penghafal Al-Qur’an yang telah berjuang dalam kompetisi yang penuh berkah ini,” ujarnya di hadapan para peserta, dewan juri, dan tamu undangan.

Dalam pidatonya, Rektor menjelaskan bahwa Al-Qur’anul Karim merupakan kalam Allah yang menjadi petunjuk bagi umat manusia, penjelas berbagai persoalan kehidupan, serta pembeda antara yang hak dan yang batil. Hal ini, menurutnya, selaras dengan firman Allah tentang kemuliaan bulan Ramadhan sebagai waktu diturunkannya Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia.

Dr. Saidul Amin juga menegaskan pentingnya memahami Al-Qur’an secara utuh, tidak hanya dari sisi bacaan, tetapi juga dari sisi makna dan pengamalannya dalam kehidupan sehari-hari.

“Al-Qur’an adalah mukjizat Rasulullah yang paling agung, baik dari segi huruf maupun maknanya. Sebagaimana dikatakan oleh Ibnu Taimiyyah, Al-Qur’an adalah kalam Allah, hurufnya dan maknanya. Ia bukan sekadar huruf tanpa makna, dan bukan pula makna tanpa huruf,” tegasnya.

Dia berpendapat bahwa Al-Qur’an adalah jiwa dan sumber kehidupan umat manusia karena mengandung kebenaran yang jelas serta memberikan petunjuk kepada manusia menuju jalan yang benar. Oleh karena itu, dia mengundang semua yang hadir untuk menjadikan Al-Qur’an sebagai penyejuk jiwa, cahaya bagi hati, serta pedoman dalam menjalani kehidupan.

Mengenai pelaksanaan kompetisi, Rektor Umri menyatakan bahwa Musabaqah Hifzil Qur’an tingkat internasional ini memiliki makna strategis, khususnya dalam usaha untuk mengagungkan Kitabullah di kalangan mahasiswa dan masyarakat.

"Di samping itu, acara ini juga berfungsi sebagai cara untuk memanfaatkan waktu kosong mahasiswa dengan aktivitas yang bermanfaat, sekaligus sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah Ta’ala," jelasnya.

Mengakhiri kata sambutannya, Dr. Saidul Amin berdoa agar Allah SWT selalu memberikan berkah bagi pelaksanaan lomba ini dan menganugerahkan kebaikan di dunia serta di akhirat untuk semua yang terlibat.

Grand Final Kompetisi Hifz Qur'an Internasional 2026 dijadwalkan untuk hari ini dengan penilaian yang ketat dari panel juri Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Provinsi Riau, yang bertujuan untuk menetapkan para pemenang terbaik dalam setiap kategori hafalan.

Seperti yang dilaporkan sebelumnya, lomba ini diikuti oleh 93 peserta yang terbagi menjadi dua kategori, yaitu 10 juz dengan 55 peserta dan 30 juz dengan 38 peserta. Setelah serangkaian penilaian yang ketat di babak penyisihan, dewan juri memilih masing-masing enam hafiz dan hafizah terbaik dari setiap kategori untuk melanjutkan ke babak final.

Dua belas peserta yang berhasil maju ke Grand Final adalah sebagai berikut: untuk Kategori 10 Juz: Muhammad Hafiz Sufi dari Universitas Muhammadiyah Riau, Indonesia; Nizwa Azalia dari Universitas Muhammadiyah Riau, Indonesia; Mursid Affandi dari Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, Indonesia; Ahmad Naufal bin Fauzi dari Universiti Sains Islam Malaysia, Malaysia; Adinda Mustaqimah Putri dari Universitas Muhammadiyah Riau, Indonesia; dan Ainun Nadhifa dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Indonesia.

Sedangkan di Kategori 30 Juz: Irji’Ulchaq dari Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Indonesia; Furkon Tokheng dari Fatoni University, Thailand; Muhammad Adam Sofyan dari Universiti Islam Antarabangsa Tuanku Syed Sirajuddin, Malaysia; Yogi Saputra dari Universitas Muhammadiyah Jakarta, Indonesia; Ahmad Mashruh bin Ahmad Musthafi dari International Islamic University, Malaysia; dan Fadhil Pratama Adha dari Universitas Muhammadiyah Riau, Indonesia.

Melalui lomba ini, Umri berharap dapat menciptakan generasi Qur’ani yang tidak hanya unggul dalam hafalan, tetapi juga mampu menerapkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari dan menyebarkan semangat dakwah Islam di tengah masyarakat global.***