PEKANBARU -- Sebagai bagian upaya pemerintah dalam memberikan pemahaman pentingnya laporan keuangan yang bankable dan akses pembiayaan perbankan untuk pengembangan usaha. Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) menyelenggarakan Kelas Manajemen Keuangan Usaha, bagi 150 pelaku ekonomi kreatif Pekanbaru, Jumat 6 Oktober 2017.

“Pelaku ekraf praktek langsung dalam pembuatan laporan Keuangan, supaya mereka bisa menerapkan laporan keuangan yang bankable sehingga mempunyai track record keuangan yang bisa digunakan dalam menentukan arah bisnis mereka, maupun mengakses pembiayaan perbankan untuk ekspansi usahanya,” terang Deputi Akses Permodalan Bekraf, Fadjar Hutomo.

150 pelaku ekraf yang hadir tersebut, telah memenuhi kriteria antara lain bisnis sudah berjalan selama satu tahun, memiliki brand, serta memiliki keinginan untuk ekspansi usaha.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Pekanbaru, lngot Ahmad Hutasuhut, turut hadir memberikan sambutan dan menginformasikan tentang produk ekraf potensial Pekanbaru. Selain itu, juga hadir instruktur keuangan yakni Ahmad Gozali, yang dihadirkan Bekraf untuk mengajarkan pelaku ekraf membedakan keuangan pribadi dan usaha.

Ketua Prodi Magister Manajemen Universitas Riau, Prof Zulfadil, juga hadir untuk memberikan informasi umum ekonomi kreatif di Indonesia dan Riau. Bekraf juga mengundang perwakilan perbankan yaitu Area Head Bank Mandiri Pekanbaru - Kurnia Utama Hasibuan, terkait pembiayaan Bank serta persyaratan untuk mengaksesnya.

Selain itu, cerita sukses bisnis Agus Pramono selaku owner Ayam Bakar Mas Mono sengaja dihadirkan untuk menginspirasi 150 pelaku ekraf yang hadir tentang perjuangannya meraih sukses. Harapannya, pelaku ekraf di Pekanbaru makin termotivasi untuk terus mengembangkan bisnis usahanya.**(mad)