• Bausung (Khazanah Budaya Indonesia). ©2017 Otonomi.co.id

GAUNGRIAU.COM -- Prosesi pernikahan di Indonesia tidak seperti di luar negeri. Sebagai negara yang kaya akan tradisi dan budaya, masyarakat masih memegang teguh tahap-tahap penikahan dalam suatu adat dan suku.

Tentu satu tradisi dengan tradisi adat dalam setiap suku tidak sama. Tengok saja salah satu prosesi pernikahan adat dari suku Banjar, Kalimantan Selatan ini. Jika di daerah lain, pengantin hanya diarak, berbeda halnya dengan suku Banjar.

Dilansir dari Marimembaca.com, Jumat 13 Januari 2017, tradisi unik yang disebut Bausung ini, mengharuskan sepasang pengantin digendong dan diarak sebelum mereka bersanding di pelaminan yang ada di rumah pengantin wanita.

Tradisi ini dilakukan oleh dua penari, dengan diiringi dua musik. Kedua penari tersebut menggendong keduanya sambil disaksikan oleh para tamu undangan yang hadir.

Pada awalnya Bausung itu hanya dilakukan oleh beberapa golongan saja dalam suku Banjar atau yang lebih dikenal dengan keluarga ekonomi kelas atas. Sehingga ketika sebuah keluarga mengadakan acara Bausung maka dianggap tergolong dari keluarga yang mampu. Selain itu Bausung juga dianggap sebagai acara adat yang mewah.

Namun pada perkembangannya, tradisi ini tidak lagi menjadi pesta pada kalangan orang kaya saja. Tetapi sudah menjadi hiburan bagi masyarakat setempat pada setiap acara pernikahan, bahkan ketika orang Banjar merantau ke daerah lain pun, adat ini dipakai dalam pesta pernikahan di daerah rantau.

Bagi keluarga Banjar yang melaksanakan pernikahan, belum sempurna rasanya jika belum dilaksanakannya Bausung ini. Semoga tradisi ini tetap dilestarikan, dalam rangka melestarikan keberagaman kebudayaan Indonesia.**(nik)