• Fahmizal Usman

PEKANBARU -- Setelah sukses menggelar Melayu Food Festival 2016, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif bakal mengggelar Festival Equator yang puncaknya pada 18 Desember mendatang, di Desa Lipat Kain, Kabupaten Kampar.

Kepala Dinas Pariwisata Riau, Fahmizal Usman mengatakan, Festival Equator merupakan yang pertama kali digelar di Riau. Festival ini nantinya diharapkan bisa menjadi magnet untuk merangsang turis baik lokal, nasional ataupun mancanegara untuk datang ke Riau.

Ya, menurut Fahmi, festival aquator di Riau ini berbeda dengan event yang ada didaerah lain. Festival ini merupakan sebuah rangkaian festival pariwisata dengan destinasi wisata alam, budaya, sejarah yang ada di Kabupaten Kampar.

"Potensi wisata kita sangat besar. Tak hanya alam, wisata budaya dan sejarah kita banyak yang belum tergali. Nah, festival Equator ini nanti akan mengangkat dan memperkenalkan kepada khalayak, terkait tujuh spot wisata di Kabupaten Kampar, dan ini kita sebut Tujuh miracle," ungkap Fahmizal.

Adapun ketujuh destinasi wisata yang ditawarkan dalam festival Equator antara lain Takaw Godang atau sebuah kendi berisi air yang tak pernah kering.

Berikutnya adalah Lokomotif kereta api yang merupakan salah satu peninggalan sejarah masa lalu yang ada di Riau. Balai Adat Masjid Raya dan Air Terjun Kaboko yang masih terjada keasriannya dan tugu khatulistiwa serta bendungan Sei Kitang.

Festival ini melibat 100 bikers yang akan menggelar touring mengunjungi tujuh destinasi wisata yang kita siapkan tadi. "Kegiatan ini nantinya akan dihadiri pak Gubernur Riau pada 18 Desember atau puncak acara," tukasnya.