• H Arsyadjuliandi Rachman

PEKANBARU -- Berbaur dengan peserta aksi bela Islam III atau aksi 212, Tiga pejabat tinggi yakni Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman, Dandrem 031 Wirabima Birgjend TNI Nurendi dan Kapolda Riau Brigjend Pol Zulkarnain secara bergantian menyampaikan orasinya di Jalan Gajahmada Pekanbaru.

Dihadapan ribuan massa yang memadati lokasi aksi, Gubri mengapresiasi respon masyarakat muslim yang memperjuangkan penegakkan hukum terhadap kasus pelecehan agama Islam.Gubri mendukung apa yang menjadi aspirasi umat Islam ini.

Ia bersyukur aksi bela Islam di Riau berjalan tertib dan aman tanpa anarkis.Sementara Dandrem 031 Wirabima, Brigjend TNI Nurendi mengajak ummat Islam untuk menjaga persatuan dan kesatuan. Ia menyebut, Islam sangat menjunjung tinggi kedamaian.

"Islam itu agama yang damai dan cinta damai. Sama-sama kita tahu, sebelum TNI ada, negara ini diperjuangkan oleh para ulama, para kyai dan santri,"seru Dandrem, seperti mengutip MC Riau.

Sedangkan Kapolda Riau, Brigjend Pol Zulkarnain meminta umat Islam ikut mengawal proses hukum kasus penistaan agama yang dilakukan Gubernur DKI non aktif Basuki Tjahja Purnama alias Ahok.

Menurutnya, sebagai negara hukum tentunya semua pihak harus menghormati proses yang sedang berjalan saat ini. Kapolda mengajak Umat muslim mengawal kasus yang sedang ditangani penegak hukum saat ini.  

"Percayalah, Ahok akan ditangkap pada saatnya, Ahok akan ditahan pada saatnya dan Ahok akan diadili pada saatnya," seru Kapolda dihadapan ribuan Massa.

Usai Kapolda berorasi, ribuan massa dengan  tertib membubarkan diri. Beberapa personil kepolisian yang menjaga aksi ikut membantu peserta bubar dengan tertib.Tak hanya itu, peserta aksi dengan inisitaif sendiri juga membersihkan sesampahan yang tercecer dilokasi aksi.**(nik)