• Petani Kelapa Inhil

TEMBILAHAN -- Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) dikenal sebagai daerah penghasil kelapa dengan luas perkebunan kelapa terluas di Indonesia bahkan dunia. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, perkebunan kelapa di Inhil mengalami kerusakan yang cukup parah.

Kerusakan perkebunan kelapa di Inhil disebabkan adanya intrusi air laut sehingga menggangu kesuburan tanah di perkebunan kelapa. Hal itu disebabkan kurangnya trio tata air (Pintu Klep, Tanggul dan Normalisasi parit) untuk menjaga kebun rakyat.

Untuk mengatasi itu, Dinas Perkebunan (Disbun) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), saat ini tengah mengupayakan rencana pembelian alat berat (Excavator) Tahun anggaran 2016 guna mempercepat perbaikan infrastruktur kebun kelapa rakyat di daerah setempat.

"Rencana pembelian sejumlah alat berat masih dalam proses, semoga secepatnya dapat terwujud," Ungkap Kepala Seksi Pengelolaan Lahan dan Air Dinas Perkebunan Kabupaten Inhil Surya Akmal Surgana di Tembilahan, Jumat lalu.

Surya menuturkan, rencana pengadaan alat berat yang kembali akan didistribusikan berjumlah 12 unit dan disebar secara acak di sejumlah Kecamatan berdasarkan jumlah kerusakan kebun kelapa tertinggi.

"Kedepan, formasi pengadaan alat berat bisa saja bertambah tergantung dari tingkat kerusakan perkebunan dan permintaan masyarakat," Ujarnya.

Ia memaparkan, pengadaan 12 unit alat berat ini sebagai upaya Disbun Kabupaten Inhil dalam mempercepat perbaikan infrastruktur kebun kelapa rakyat yang saat ini tengah mengalami kerusakan di Negeri Seribu Parit Hamparan Kelapa Dunia.

Sebelumnya, kata dia, Pemerintah Kabupaten Inhil melalui Dinas Perkebunan telah mengadakan empat unit alat yang diberikan di sejumlah Kecamatan.

"Empat unit sebelumnya diperoleh Kecamatan Enok, Perigi Raja, Tempuling dan Kuindra," Terangnya.

12 unit alat berat ini, kata dia, dibeli dengan bantuan Pemerintah Provinsi melalui anggaran bantuan keuangan dan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Kabupaten.

Ia merincikan, rencana pembelian alat berat sebelumnya berjumlah 10 unit dengan tipe Logarm sebanyak empat unit, tipe standar empat unit dam tipe 8 ton dua unit. yang secara keseluruhan dibeli melalui anggaran bantuan keuangan Pemerintah Provinsi.

Namun lanjutnya, ditambah lagi sebanyak dua unit melalui dana APBD Pemerintah Kabupaten dengan tipe standar.

"Melalui 12 unit alat berat ini semoga bisa membantu dan sepenuhnya dapat dimanfaatkan dalam melakukan perbaikan infrastruktur perkebunan kelapa rakyat," Ucapnya.**(suf)