BENGKALIS -- Sedikitnya hampir lebih kurang Rp 90 Miliar Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) untuk tahun 2016 RSUD Bengkalis kembali dipertanyakan.

Betapa tidak, karena hingga kini fasilitas dan kebersihan rumah sakit umum di negeri junjungan itu masih minim dan amburadul, sementara anggaran dana yang dialokasikan melalui APBD Bengkalis Tahun Anggaran (TA) 2016 cukup besar dipergunakan untuk biaya rutin, perawatan dan pemeliharaan.

Pantauan Gaungriau.com di RSUD Bengkalis, Sabtu 12 Nopember 2016 kelihatan fasilitas dan kebersihan RSUDBengkalis tersebut masih minim seperti AC pada ruangan rawat inap pasien yang sudah tidak layak pakai lagi,karena masih meggunakan AC yang lama,bahkan sudah banyak yang rusak dan tidak dapat difungsikan lagi.

Selain itu,WC pada ruangan rawat inap pasien kelihatan kurang bersih, dan pada bagian lain bangunan gedung RSUD itu sudah banyak yang berlobang-lobang dan kelihatan semacam tidak ada perawatan.

Diduga dalam pelaksanaan DPA RSUD Bengkalis tahun anggaran 2016 tersebut ada yang fiktif dan dilaksanakan langsung oleh pihak maejemen RUSD itu tanpa melalui proses lelang atau PL.

Direktur RSUD Bengkalis, Drs.H.Zulfan Herri,MM,M.Si yang coba dikonfirmasi melalui Sekretaris RSUD Bengkalis, Fachrudin terkait tetang minimnya fasilitas yang ada dan kurangnya kebersihan pada ruangan rawat inap pasien rumah sakit itu.

Sayangnya, Fachrudin tidak mau memberikan klarifikasi dan jawaban, ironisnya Fachrudin langsung saja mematikan telepon sesulernya ketika dihubungi gaungriau.com

Beberapa waktu lalu kepada wartawan Zulfan Herri mengatakan, saat ini tipe RSUD Bengkalis masuk dalam tipe B,yang mana pada rumah sakit tipe B merupakan tipe tertinggi untuk rumah sakit di daerah.

Dengan tipe B ini seharusnya RSUD Bengkalis sudah menjadi rujukan bagi di kabupaten tetangga.

"Namun dengan keterbatasan transportasi banyak pasien dari luar kabupaten Bengkalis merujuk ke sini,” katanya.

Terkait kurangnya fasilitas dan tenaga medis, pihaknya secara berangsur angsur akan membenahinya, sehingga nantinya fasilitas yang di berikan ke masyarakat sesuai denga tipe RSUD yang bertipe B.

Bupati Bengkalis,Amril Mukminin mengingatkan setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terlebih dahulu harus membuat rencana kerja sebagai acuan kebijakan strategis dalam rangka merealisasikan program dan kegiatannya.

"Pentingnya rencana kerja ini agar target-target kinerja yang telah ditetapkan dapat terlaksana dengan baik. Selain itu, pentingnya rencana kerja ini juga supaya penyerapan anggaran dapat terlaksana lebih cepat dan tidak menumpuk pada saat akhir tahun anggaran,” pesan Amril.

Amril mengatakan itu ketika menyerahkan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) sebagai tanda dimulainya Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bengkalis tahun 2016 kepada seluruh Kepala SKPD di Pemkab Bengkalis di ruang rapat lantai IV Kantor Bupati Bengkalis Februari 2016 lalu.

Dengan telah diserahkannya DPA tersebut,Amril menginstruksikan seluruh Kepala SKPD untuk tancap gas. Tidak menunda-nunda realisasi pelaksanaannya, baik itu realisasi fisik maupun keuangannya.

"Bukan hanya kita, tapi seluruh lapisan masyarakat di daerah ini juga ingin agar seluruh kegiatan yang telah kita rencanakan dilaksanakan secepatnya.

Karena itu jangan ditunda-tunda. Segera realisasikan. Meskipun demikian, selain harus tepat waktu, tepat sasaran, tepat manfaat dan tepat administrasi,” ujarnya.

Dia juga berharap setiap Kepala SKPD senantiasa berupaya meningkatkan kualitas, meningkatkan kwalitas belanja ABPD. Dapat memastikan bahwa setiap alokasi anggaran benar-benar dimanfaatkan untuk program dan kegiatan yang memiliki nilai tambah bagi masyarakat.

"Semua program kegiatan harus terlaksana secara rinci, terpadu saling mendukung antara program yang satu dengan program yang lainnya, bahkan harus sejalan dengan arah kebijakan pembangunan yang berpihak kepada masyarakat, ”imbuhnya.

Selain itu, Amril juga minta supaya seluruh Kepala SKPD agar dapat melakukan efisiensi terhadap belanja operasional dan sebagainya.

"Bukan justru sebaliknya hanya sekedar menghabiskan anggaran tanpa arah yang jelas dan terukur,” tegas Amril.**(fer)