DUMAI -- Sejumlah pekerja PT CNCEC mendapat intimidasi dari pihak perusahaan. Hal tersebut terjadi setelah pegawai pengawas Disnakertrans Kota Dumai turun ke perusahaan yang ada di kawasan industri Lubuk Gaung Kecamatan Sungai Sembilan belum lama ini.
 
Satu persatu pekerja yang turut membubuhkan tandatangan dalam laporan yang disampaikan kepada Disnakertrans Kota Dumai dan didatangani oleh managemen perusahaan. Pekerja yang membubuhkan tandatangan dalam laporan ke Disnakertrans Kota Dumai tersebut diancam akan diberhentikan.
 
Konon, kata pekerja PT CNCEC, foto copy surat pernyataan yang ditandatangani oleh pekerja diserahkan pegawai pengawas Disnakertrans Kota Dumai kepada managemen perusahaan saat turun ke lapangan
 
"Kabarnya foto copy surat pernyataan itu diperoleh managemen dari pegawai pengawas Disnakertrans Kota Dumai saat mendatangani industry. Itu pula dasar perusahaan melakukan intimidasi dan mengancam akan memecat. Kami siap menggelar aksi demontrasi ke Disnakertrans Kota Dumai minta perlindungan,"tegas sejumlah buruh PT CNCEC kepada wartawan, Selasa 27 September 2016. 

Keterangan yang berhasil dihimpun menyebutkan, managemen  PT China National Chemical Engginering Corps (CNCEC) Lubukgaung diduga tak membayar hak-hak pekerja termasuk uang lembur di perusahaan tersebut. Merasa dirugikan  ratusan pekerja akhirnya  membuat laporan resmi ke Disnakertrans Kota Dumai.

Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kota Dumai telah menindaklanjuti laporan ratusan pekerja tersebut  dengan melayangkan surat panggilan kepada para pihak. Hanya saja, ketika managemen PT CNCEC,  PT Paramita Bangun Sejahtera (PBS) dan PT Energi Sejahtera Mas serta perwakilan pekerja datang ke kantor Disnakertrans Kota Dumai, Selasa 6 September 2016 awal bulan lalu, pemeriksaan urung dilakukan.

Untuk diingat, perwakilan pekerja PT. CNCEC yang merupakan sub kon PT Paramita Bangun Sejahtera (PBS) telah mendatangi kantor Disnakertrans Kota Dumai, Rabu 31 Agustus 2016 lalu. Mereka melaporkan bahwa managemen PT CNCEC tak mau membayar upah lembur dua ratusan lebih pekerja di perusahaan tersebut.