RENGAT -- Terkait adanya aksi Demo masyarakat desa Pasir Ringgit Senin 5 September 2016 lalu yang menuntut dirinya untuk turun dari jabatannya sebagai kepala Kepala Desa (Kades), Pasir Ringgit Kecamatan Lirik Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Sumarji saat ditemui dikediamannya Kamis 8 September 2016 terlihat santai.

Saat ditanya reaksinya terkait aksi demo tersebut Sumarji menyatakan bahwa hal tersebut adalah hal yang biasa sebagai salah satu bentuk demokrasi.

"Saya anggap hal tersebut sebagai Masukan buat saya, dan cambuk untuk semakin berbuat hal yang lebih baik lagi," katanya.

Dirinya berharap kepada seluruh masyarakat desa Pasir Ringgit untuk tidak terpropokasi terhadap hal-hal yang belum jelas kebenarannya, sejauh dirinya siap untuk mempertanggung jawabkan apa yang menjadi tuntutan masyarakat.

"Kalau memang saya dinilai salah tolong ingatkan saya, jika memang ada penyelewengan silahkan lapor saja kepada pihak yang berwenang, jangan membuat aksi yang dapat meresahkan masyarakat," katanya lagi.

"Karena tidak semua masyarakat yang menuntut saya untuk turun sebagai kades, hanya sebagian kecil saja, tolong berikan kenyamanan dan ketenangan bagi warga lain, dan tolong beri kesempatan kepada dirinya untuk terus membangun desa ini," sambungnya.

Salah seorang warga desa Pasir Ringgit yang berhasil ditemui menyatakan bahwa apa yang dituntut oleh sebagian masyarakat dalam demo Senin 5 September kemarin dasarnya tidak kuat.

"Jika menyatakan Sumarji korupsi dana ADD tentu harus jelas dan dengan bukti-bukti yang kongrit, jangan main tuding saja," ujarnya.

Sejauh ini dirinya menilai Sumarji sukses memimpin desa Pasir Ringgit, dalam 1,5 Tahun saja dirinya memimpin sudah banyak pembangunan yang dilaksanakan, dan ini sudah dinikmati masyarakat.

"Jadi kalau dikatakan Sumarji gagal dalam memimpin desa Pasir Ringgit itu adalah pernyataan yang tidak benar," tegasnya.**(man)