BAGANSIAPIAPI -- Kepala Dinas Perkebunan Rokan Hilir Syahril,meminta seluruh masyarakat di kabupaten Rokan Hilir untuk terus mewaspadai dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Tahun 2016 ini kasus karhutla di Rokan Hilir hanya 30 persen.

"Dan itu hanya terjadi dilahan hutan yang tinggal,kalau untuk perkebunan masyarakat tidak yang terbakar,"kata Syahril saat diminta penjelasannya, Ahad 22 Mei 2016 melalui telepon selulernya di Bagansiapiapi.

Dikatakan Syahril, bahwa masyarakat jangan lagi membakar ketika membuka lahan baru sehingga menimbulkan dampak kabut asap akibat kebakaran,seperti yang terjadi disejumlah wilayah.

"Masyarakat Rohil harus tetap waspada akan dampak kebakaran hutan dan lahan,"pinta Syahril.

Syahril mengapresiasi team yang cepat tanggap bila terjadi kebakaran hutan dan lahan, sehingga titik-titik api yang terjadi dapat cepat dipadamkan.Menurut Syahril karhutla dapat mempengaruhi kesehatan dan dampak ekonomi, maka Syahril tidak henti-henti meminta para pemilik lahan dan kebun untuk dapat menjaga agar tidak terbakar atau membakar.

Syahril sangat berterima kasih kepada masyarakat Rohil,sebab kasus Karhutla tahun ini dapat diminimalis semuanya atas kesadaran masyarakat sehingga Rohil bisa terbesa dari dampak asap tebal seperti tahun-tahun sebelumnya.

Kebakaran hutan sudah sering terjadi khusunya di hutan dan lahan gambut yang sulit dipadamkan, banyak faktor penyebab terjadinya kebakaran hutan dan lahan gambut akibat dari musim kemarau dan akibat aktivitas manusia seperti membuang puntung rokok yang
menyala secara sembarangan.

"Kebakaran hutan menimbulkan banyak dampak merugikan baik dari segi ekologi hingga ekonomi,tambah lagi,di Hutan lahan gambut biasanya memiliki beragam satwa liar yang hidup didalamnya,sehingga mengakibatkan dampak negatif langsung bagi satwa-satwa
sehingga statusnya terancam punah,"ujarnya.

Menurut Syahril di Hutan dan lahan gambut yang terbakar juga tidak akan bisa dipulihkan seperti sedia kala, karena butuh ratusan tahun untuk mendapatkan besar pohon serta keanekaragaman hayati yang biasa terdapat alami di hutan.Apabila lahan gambut dan hutan terbakar maka justru akan melepaskan karbon dan emisi gas lainnya ke udara.

"Akibat kebakaran hutan dan lahan gambut menyebabkan polusi udara dan berdampak langsung bagi masyarakat yang tinggal disekitar wilayah hutan baik yang dekat ataupun yang tinggal puluhan kilometer dari lokasi kebakaran. Asap yang ditimbulkan dapat
tersebar lebih dari puluhan kilometer,"tambahnya mengakhiri.**(zai)