BAGANSIAPIAPI -- Setiap wartawan yang bertugas sebagai reporter kota atau daerah harus memiliki kompetensi yang teruji dari dewan Pers sebagai induk organisasi wartawan seluruh Indonesia. Saat ini banyak wartawan akan tetapi tidak berkopentensi karena belum mengantongi kartu UKW.

Sedikitnya ada 38 orang peserta UKW se-Riau 4 orang lulus dari Rohil masing-masing Zaini dari harian pagi rakyat Riau, Samsul Bahri dari Harian Vokal, Indra dari harian Dumai Pos dan Jarmain dari Online Pelita Riau.

Dalam hal ini Organisasi wartawan terbesar dan tertua di Indonesia PWI sangat memperhatikan nilai kopentensi para wartawannya.Bersempena memperingati Hari Pers nasional ( HPN ke-70 ) yang diadakan di kabupaten Kuantan Sengingi ( kab-Kuansing ) PWI propinsi Riau melaksanakan uji kompetensi wartawan yang diikuti puluhan orang dari berbabagai kabupaten/kota Se-Riau termasuk wartawan dari Ibu kota jakarta.

Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Angkatan ke-6 untuk diperuntukan untuk kelompok utama, madya dan muda yang digelar selama 2 hari di pusatkan di Mess pemda Kuansing jalan punai Pekanbaru dan ditutup oleh Ketua Bidang Pembinaan Daerah, PWI Riau, Atal S Defari Sabtu 21 Mei 2016.

Dari 38 peserta yang diuji, dua wartawan dinyatakan belum kompeten,4 orang wartawan asal Rokan Hilir lulus dan dinilai layak mengantongi kartu kopentensi.Menurut Ketua Bidang Pembinaan Daerah, PWI Riau, Atal S Defari forum UKW jangan dilihat hubungan antara penguji dan yang diuji, tapi proses transfer pengalaman,sebab para penguji yang pernah liputan di Amerika.

Menurutnya,dari hal yang kecil, bisa membuat tulisan yang hebat, apa yang perlu dipahami pimpinan redaksi, ilmu terus diupgrade, regulasi yang membuat media sangat mudah, setiap orang berkesempatan menjadi pimred.

Atal S Defari meminta bagi Yang belum kompeten jangan berkecil hati, karena pengujian kedepan, akan dilihat lagi perkembangannya.Ketua Tim Penguji, Jayanto mengumumkan, dari 38 peserta yang mengikuti, yang belum kompeten ada dua wartawan. “Jika ada satu mata uji yang belum kompeten, mengulang semuanya,” katanya.

Salah seorang peserta UKW, Luzi Diamanda dalam kesannya mengatakan, selama dua hari bersama tim penguji, wartawan menyadari, karir jurnalistik, ada hal-hal yang luput bagi seorang wartawan, ketika diuji kadang melupakan titik, koma, redaktur, Redpel juga masih ada kekurangan.

“Ternyata UKW memang penting, tidak gampang menjadi seorang wartawan, bisa diuji dengan UKW,” katanya.

Ketua PWI Riau, H Dheni Kurnia diwakili Wakil Ketua Bidang Organisasi, Tun Ahyar dalam sambutannya mengatakan, sangat menyadari, banyak sekali kekurangan dalam pelaksanaan dalam dua hari, karena kondisi dan situasi yang membuat demikian.

Sementara itu salah seorang wartwan Rohil namanya enggan untuk dimuat sempat stress mengikuti UKW ini,sebab banyak hal-hal yang tidak terpikirkan menjadi bahan UKW,seperti disuruh membuat rubrik dan termasuk tugas jejaring yang berjumlah 21 orang dari kalangan pejabat .

"Kesulitan kita mata uji jejaring tepat hari sabtu,banyak HP pejabat yang dimatikan,"tambahnya.**(zai)