RAMBAH SAMO -- Sejumlah masyarakat di Desa Lubuk Napal, Kecamatan Rambah Samo, Kabupaten Rokan Hulu mempertanyakan proyek air bersih atau Pam Simas di daerah tersebut. Pasalnya, proyek yang menelan biaya mencapai ratusan juta tersebut sampai saat ini belum dapat difungsikan.
  
"Proyek pembangunan Pamsimas ini, seyogyanya sudah dapat berfungsi untuk kebutuhan air bersih bagi warga sejak akhir 2014 lalu. Nyatanya, sampai saat ini hampir keseluruhan bangunannya tidak rampung, sehingga pembangunan dari Pam Simas tersebut tidak termanfaatkan," ujar Edi Ahmad yang juga mantan Kepala Desa Lubuk Napal, kemarin.

Ditambahkanya, proyek penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat (Pam Simas) di desa tersebut menggunakan dana APBD Rohul tahun 2013 dengan anggaran Rp 236,000,000. Meski sudah beberapa tahun dilaksanakan pengerjannya hingga kini tidak bisa difungsikan.

Diutarakan Edi Ahmad yang juga tokoh masyarakat Desa Lubuk Napal itu menduga, terbengkalainya proyek tersebut akibat dana proyek. Menurut dugaan kita, sebagian ditilap oleh oknum pengurus untuk kepentingan pribadi. "Akibatnya, proyek Pamsimas tersebut tidak dapat dirasakan manfaatnya bagi masyarakat," katanya.

Edi Ahmad menambahkan, sejak awal warga telah meminta agar pembangunan proyek air bersih itu dikerjakan sesuai Rencana Anggaran Biaya (RAB). Namun protes warga ini tidak digubris oleh pengurus. Menurutnya hal ini sudah merugikan negara dari pekerjaan tersebut. Faktanya hingga kini kondisinya seakan masih mangkrak dan tak kunjung selesai.

Menanggapi hal itu, Ketua Tim pengguna anggaran dari proyek Pamsimas Desa Lubuk Napal, Sudirman tidak menampik adanya tudingan terhadap dirinya, bahwa terbengkalainya pengerjaan proyek Pamsimas yang ada di Desa Lubuk Napal tersebut atas penyelewengan anggaran. Menurutnya, itu terkendala akibat dana pendukung dalam bentuk inkind dan incash tidak ada.

"Kita tidak ada melakukan seperti tudingan yang dimaksud, apalagi sampai dibilang menilap anggaran itu. Anggaran itukan bukan untuk fisik saja, sebelumnya kita hrus melakukan sosialisasi terhadap masyarakat dan lainnya, itu termasuk dana yang Rp236.000.000 itu. Dan satu hal lagi yang perlu diketahui, sebenarnya proyek Pamsimas ini tidak terbengkalai. Namun karena dana pendukung Inkind dan Incash nya tidak ada makanya seprti ini. Padahal kita sudah sering mengajak masyarakat untuk mengadakan pertemuan, tapi pada akhirnya kita yang terpojokkan," jelas Sudirman.

Disamping itu, masyarakat meminta agar proyek pembangunan Pamsimas yang sudah lama mangkrak dan tidak ada kelanjutan pengerjaannya harus segera diselesaikan, apalagi menjelang bulan romadhan yang sebentar lagi telah tiba. Masyarakat sangat mengharapkan kesiapan dari bangunan air bersih itu.

"Kami sebagai masyarakat berhak mempertanyakan ini, inikan uang rakyat. Jadi tidak ada alasan mereka ini tidak selesai pembagunannya karna alasan dana ini dana itu. Anggarankan sudah besar, masa bangunan gitu aja dananya ratusan juta rupiah tapi tak kunjung selesai, kan tak masuk akal? Apalagi dengan alasan dana Inkind dan Incash tidak ada. Ini namanya sudah membodohi masyarakat," sebut Ade salah satu perwakilan masyarakat desa Lubuk Napal.**(lim)