PEKANBARU -- Puluhan mahasiswa dari Universitas Lancang Kuning (Unilak) menggelar aksi demo di depan pintu masuk kantor Walikota Pekanbaru. Massa  meminta Walikota untuk menemui para pendemo.

Dalam orasinya, para mahasiswa meminta pertanggung jawaban Walikota terkait kebijakan mengganti slogan Pekanbaru kota Madani menjadi kota Bertuah.

"Kami datang untuk menyampaikan aspirasi. Mengapa walikota mengganti kota bertuah dengan madani," katanya, Senin 27 Maret 2016.

Disamping menuntut pengembalian slogan, para pendemo juga meminta Wali Kota untuk meninjau kembali izin ritel Alfamart dan Indomart yang sudah mesengsengsarakan rakyat Pekanbaru.

"Adanya Alfamart dan Indomaret sudah menyengsarakan masyarakat pedagang. Bagaimana pertanggungjawaban walikota,"ungkap salah satu mahasiswa dalam orasinya.

Meski sudah cukup lama berorasi namun keinginan mahasiswa untuk bertemu langung Walikota Pekanbaru, Dr Firdaus MT belum juga terpenuhi. Mahasiswa mengancam dalam waktu 15 menit jika walikota tidak kunjung hadir, mahasiswa mengancam akan melakukan aksi yang lebih keras.

Bahkan massa menolak diberi penjelasan oleh Plt Asisten III Setdako.  Pasalnya, yang mereka inginkan adalah dengan bertemu Walikota atau Wakil Walikota.

"Kami hanya inginkan penjelasan dari Walikota Pekanbaru atau Wakil Walikota. Kami datang bersama pulang bersama.  Jika masuk harus bersama itupun harus jumpa dengan orang yang kami tuju," ungkap massa.

Azharisman Rozie usai menjumpai massa , langsung balik ke arah kantor Walikota. Dia mengatakan bahwa aksi demo yang dilakukan mahasiswa tersebut adalah hak mereka.

"Waktu mahasiswa kami juga pernah kok demo. Jadi sah-sah saja mereka menggelar aksinya,"tutupnya.**(saf)