Romi: Masalah Dana BPJS Menjadi Faktor Kapus Mengundurkan Diri Berjamaah
Kamis, 17 Maret 2016 - 00:00:00 WIB
PEKANBARU -- Permasalahan mundurnya delapan kepala puskesmas (Kapus) di Kota Pekanbaru secara serentak sedikit demi sedikit mulai terkuak. Komisi III DPRD Kota Pekanbaru yang melakukan rapat berkali-kali dengan kapus merangkum beberapa persoalan.
"Terkait ucapan Helda (Kepala Dinkes Pekanbaru) bahwa setiap bulan dana BPJS disetor ke rekening puskesmas, itu tidak benar. Kita cek ke kepala puskesmas pada saat hearing dengan Komisi III, dana itu disetor sekali setahun," ucap Anggota Komisi III DPRD Kota Pekanbaru, Jhon Romi Sinaga, Kamis 17 Maret 2016.
Dari hasil data yang diperoleh dari kapus dan sumber lainnya, kata Romi, Komisi III mengetahui, bahwa pada tahun 2014 dilakukan pembayaran dana BPJS pada Desember. Maka ketika Kepala Dinas Kesehatan Helda S Munir menyatakan bahwa dana BPJS untuk puskesmas ditransfer setiap bulan, maka terbantahkan dengan data ini.
"Itu pandai-pandai saja kalau dibilang setiap bulan disetor, memang seharusnya sesuai aturan memang setiap bulan disetor, tapi kenyataannya bukan seperti itu. Bahkan masih banyak yang tidak dibayarkan, apalagi tahun 2015 banyak yang tidak dibayarkan, itu yang menjadi persoalan dan faktor mengundurkan diri kepala puskesmas," ucapnya.
Terkait persoalan ini, Politisi PDIP ini melihat ada ketidaksinkronan antara pimpinan dan kapus. Demikian pula Kadiskes dinilai tidak maksimal dan transparan dalam melaksanakan tugas terutama mengenai anggaran BPJS yang dimaksud.
"Tentunya harapan kita Komisi III terkait pernyataan Helda ini, kita melihat tidak adanya kesinkronan antara kadis dengan kapus. Orang berharap jabatan itu semakin tinggi semakin naik bukan mengundurkan diri, tapi karena ada persoalan ini kapus mengundurkan diri. Tentu ini persoalan serius," kata Romi.
Bahkan, untuk memaksimalkan pelayanan masyarakat di setiap puskesmas yang ada di Kota Pekanbaru, Romi meminta agar Walikota Pekanbaru segera melakukan evaluasi kinerja Kadiskes, bahkan Romi meminta agar Kadiskes dicopot dari jabatannya. "Copot Helda itu, kalau bisa saat ini juga, hari ini juga," tandasnya.**(dwi)
Bagaimana Pendapat Anda?
Bagikan Ke Yang Lainnya
Berita Lainnya
-
Senin, 14 September 2015 - 00:00:00 WIB
Satpol PP Pekanbaru Kurangi Kegiatan Diluar Ruangan
Gaungriau.com -- Tidak ingin mengambil resiko terlalu jauh yang akan berdampak pada kesehatan akibat kabut asap. 60 persen dari kegiatan diluar ruangan personel Satuan polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Pekanbaru dikurangi. Kepala Satpol PP Kota Pekanbaru, Zulfahmi Adrian mengatakan, kebijakan mengurangi aktivitas diluar ruangan dikarenakan kondisi…
-
Senin, 14 September 2015 - 00:00:00 WIB
Evakuasi Masyarakat, Pekanbaru Sudah Tidak Layak Huni
Gaungriau.com -- Riau telah ditetapkan berstatus Darurat Pencemaran Udara. Puskesmas dan rumah sakit diinstruksikan buka 24 jam. Status Siaga Darurat Darurat Karlahut menjadi Keadaan Darurat Pencemaran Udara. Ketua Komisi IV DPRD Pekanbaru, Roni Amril SH, menyebut Kota Pekanbaru sudah tidak layak untuk dihuni lagi. DPRD minta agar…
-
Senin, 14 September 2015 - 00:00:00 WIB
Kabut Asap Bertambah Pekat
Bupati Syamsuar Tunda Lomba Foto dan Pameran Ekraf TdS
Gaungriau.com -- Suasana ceria di lapangan Tengku Maharatu Senin 14 September 2015 mendadak hening seketika, Bupati Siak Drs H Syamsuar MSi yang dijadwalkan akan membuka Lomba Foto dan Pameran Ekraf Touer de Siak (TdS) 2015 tiba-tiba mengumpulkan panitia pelaksana dan memberikan arahan. "Terimakasih atas ikhtiar saudara-saudara mempersiapkan…
-
Senin, 14 September 2015 - 00:00:00 WIB
Penderita ISPA Di Bengkalis Capai 1488 Orang
Gaungriau.com -- Jumlah penderita Infeksi Saluran Penyakit Atas (ISPA) di Kabupaten Bengkalis mencapai 1488 orang dari tanggal 1 September hingga saat ini, hal ini dikarenakan akibat kabut asap yang melanda wilayah Kabupaten Bengkalis dalam sepekan ini, ditambah lagi tingginya Indeks Standar Pencemaran Uidara (ISPU) yang sudah mencapai level berbahaya.…
-
Senin, 14 September 2015 - 00:00:00 WIB
Walikota Firdaus Akui Pekanbaru Tak Layak Untuk Dihuni
Gaungriau.com -- Bencana kabut asap yang tebal akibat dari Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Mengakibatkan kota bertuah sudah tidak layak untuk ditempati dan sudah seharusnya masyarakatnya diungsikan. Pasalnya berdasarkan data BMKG saat ini, kategori udara di Pekanbaru sudah diatas berbahaya. Walikota Pekanbaru, Firdaus MT secara terang-terangan mengakui…





